Connect with us
blob:https://web.whatsapp.com/ff4b1634-355b-4b4d-a382-481338e87ffb

Pendidikan

Kunker di Sejumlah Sekolah, Pj. Bupati Buton Monitoring Pelaksanaan Kurikulum Merdeka

Published

on

Saya selaku pimpinan daerah merasa bangga dengan prestasi siswa hari ini karna guru telah menetapkan kepada siswa selain menerima pelajaran juga siswa dapat mengembangkan karya ciptanya seperti di bidang latihan kepemimpinan mampu berpidato di hadapan orang banyak  dan sebagainya, juga kegiatan lain dalam bidang agama menjadi Hafiz dan Hafizah sebagai insan yg bertaqwa,”- PJ. Bupati Buton _ La Ode Mustari, MSi

PASARWAJO – Terasnusantara – Pj. Bupati Buton, Drs. La Ode Mustari, MSi didampingi Bunda Paud yang juga Ketua TP PKK Kabupaten Buton, Ny. Dra. Andi Asniwati Mustari melakukan kunjungan kerja di SD 63 dan SMP 18 Buton, Sabtu, 17 Februari 2024.

Kunjungan orang nomor satu di Kabupaten Buton itu guna memonitor Pelaksanaan Kurikulum Meredeka di kedua sekolah tersebut.

Kepala Daerah di Bumi Penghasil Aspal Alam terbesar di Dunia itu juga menyempatkan diri melihat langsung pembanguna insfrastruktur dan sarana Pendidikan di sekolah tersebut.

Turut hadir Asisten Adminsitrasi Pemerintahan Umum dan Kesra Sekda Buton, Kepala OPD serta para Kepala OPD Buton, Camat Pasarwajo, Camat Lasalimu, Pengurus TP PKK dan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Buton.

“Pelaksanaan Kurikulum Merdeka pada saat ini yang tengah berjalan di seluruh sekolah se-Indonesia, tentunya merupakan program kementerian pendidikan yang disesuaikan dengan perkembangan zaman yang modern. Nantinya siswa-siswa ke depan akan mampu bersaing dengan bangsa lain,” kata Pj. Bupati Buton.

Sekwan DPRD Sultra ini juga menyampaikan agar guru senantiasa mendidik , mengajar memberi arahan dan pandangan sehinga siswa dapat memahami dan menelaah setiap apa yang disampaikan, sehingga menjadi panutan yang diikuti.

“Guru harus menjadi suri tauladan yang baik bagi siswa demi menggapai masa depan. Kemudian dari prestasi siswa yg ada terus dikembangkan. Saya selaku pimpinan daerah merasa bangga dengan prestasi siswa hari ini karna guru telah menetapkan kepada siswa selain menerima pelajaran juga siswa dapat mengembangkan karya ciptanya seperti di bidang latihan kepemimpinan mampu berpidato di hadapan orang banyak  dan sebagainya, juga kegiatan lain dalam bidang agama menjadi Hafiz dan Hafizah sebagai insan yg bertaqwa,” harap Pj. Bupati Buton

Pj. Bupati Buton juga pada kesempatan itu menyempatkan diri untuk meninjau kerajinan tangan karya anak-anak SD dari bahan sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat.

“Kepada guru, berilah yang terbaik kepada anak – anak kita agar menjadi generasi yang maju dan cerdas juga kepada siswa mari belajar dan terus belajar untuk menggapai masa depan yg cerah , demi kesejahteraan kita dan kemajuan Buton ke depan,” pungkasnya. (bdi)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pendidikan

30 Mahasiswa UGM KKN di Busel

Published

on

By

BATAUGA–TERASNUSANTARA_Sebanyak 30 mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta praktek Kerja Kuliah Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat atau KKN-PPM “Cahea Busel” di Buton Selatan (Busel).

Rencananya, 30 Mahasiswa tersebut KKN selama 50 hari di berbagai desa yang ada di Busel, yakni di Kecamatan Lapandewa Desa Gaya Baru dan Kecamatan Sampolawa Desa Gerak Makmur.

Temanya “Pendekatan Multisektoral dalam Optimalisasi Potensi Maritim dan Sumber Daya Lokal sebagai Pilar Utama Pembangunan Berkelanjutan di Desa Gaya Baru dan Gerak Makmur”, tim KKN-PPM UGM berkomitmen mengembangkan potensi lokal melalui kolaborasi lintas disiplin ilmu.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Nur Rokhman, S.Si., M.Kom., mengatakan kehadiran mahasiswa tidak hanya bertujuan menjalankan program akademik, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mampu mendorong pembangunan berbasis potensi daerah.

“Mahasiswa menjadi agen perubahan yang akan mengidentifikasi potensi di Kabupaten Buton Selatan dan mengakselerasi perkembangannya. Kerja nyata yang dilakukan mahasiswa akan mengasah kepekaan sosial, budaya, serta menemukan solusi yang tepat terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat,” katanya.

Tim Cahea Busel terdiri atas mahasiswa dari berbagai klaster keilmuan, mulai dari Sosial Humaniora (Soshum), Sains dan Teknologi (Saintek), Medika, hingga Agro.

Sinergi lintas disiplin tersebut diarahkan untuk mendukung pengembangan sektor pemerintahan, pariwisata, infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Salah satu program unggulan yang akan dilaksanakan adalah Blue Coast Eco Festival: Gelora Pesisir Menuju Sail to Indonesia 2026.

Festival ini dirancang sebagai ajang promosi budaya, pariwisata, dan UMKM berbasis potensi pesisir yang dikemas dalam konsep pembangunan berkelanjutan.

Program tersebut juga diharapkan menjadi bagian dari persiapan menuju Sail to Indonesia 2026 dengan membuka peluang promosi hingga tingkat internasional.

Selain mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, festival ini bertujuan memperkuat identitas lokal melalui pelibatan generasi muda, pelestarian budaya, serta pemanfaatan inovasi teknologi.

Nama “Cahea Busel” sendiri diharapkan menjadi simbol semangat membawa harapan dan perubahan bagi masyarakat Buton Selatan.

Kehadiran mahasiswa tidak hanya untuk memberikan kontribusi nyata melalui ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi kesempatan belajar langsung dari masyarakat dalam mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan.

Melalui kolaborasi bersama pemerintah desa dan masyarakat, Tim KKN-PPM UGM optimistis berbagai program yang dijalankan dapat memberikan manfaat nyata sekaligus memperkuat potensi lokal sebagai fondasi pembangunan di Kabupaten Buton Selatan.(adm)

Continue Reading

Pendidikan

Dugaan Isu Jual Beli Jabatan Kepala Sekolah Ditarif Hingga Rp 30 Juta

Published

on

By

Ilustrasi

Aparat  Penegak Hukum Didorong Lakukan Penyelidikan

LEBONG-TERASNUSANTARA_Belakangan dunia pendidikan kembali tercoreng nama baiknya setelah publik diresahkan dengan isu dugaan transaksi pengisian jabatan kepala sekolah di Kabupaten Lebong. Dalam transaksi untuk mengisi pimpinan di sekolah itu Bupati Azhari yang saat baru saja memasuki tahun kedua kepemimpinannya ikut diseret namanya. Kabar ini mengemuka tak lama setelah pelantikan 80 kepala sekolah pada Selasa 24 Februari 2026 lalu.

Informasi yang beredar menyebut, calon kepala sekolah (Kepsek) diduga diminta “tiket” hingga Rp30 juta per orang, bergantung pada besar kecilnya sekolah. Untuk sekolah dengan jumlah siswa sedikit, nominal yang disebut-sebut dipatok sekitar Rp10 juta.

Meski belum disertai bukti, sumber yang enggan disebutkan namanya mengaku mendapatkan informasi tersebut dari pihak yang dianggap kredibel. Ia juga menyebut ada sejumlah calon yang gagal dilantik karena tidak mampu memenuhi permintaan dana.

“Ini sebenarnya permainan lama. Mau jadi Kepsek bayar, mau jadi Pj Kades juga bayar. Apakah ini yang disebut perubahan seperti yang digaung-gaungkan saat kampanye dulu,” ujarnya menyindir, dikutip dari go bengkulu.

Sumber tersebut juga menyoroti komposisi pejabat kepala sekolah yang baru dilantik. Menurutnya, sebagian di antaranya berasal dari kubu rival politik bupati pada Pilkada lalu, sementara ada pula pendukung pasangan bupati sekarang justru dicopot dari jabatan.

“Kalau bukan uang, lalu apa alasannya?” katanya.

Namun ketika diminta bukti konkret, ia menegaskan hal itu merupakan ranah aparat penegak hukum.

“Pembuktian itu tugas aparat. Kalau serius dan jeli, praktik seperti ini pasti bisa diungkap,” tambahnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lebong, Fakhrurrozi, membantah tegas adanya praktik jual beli jabatan dalam pengangkatan kepala sekolah tersebut. Ia menegaskan proses seleksi dilakukan secara profesional sesuai aturan.

“Itu hanya isu. Tidak ada transaksi uang. Rekrutmen dilakukan secara profesional tanpa permainan,” katanya, Sabtu 28 Februari 2026.

Terkait adanya ASN yang sebelumnya berada di kubu rival bupati namun kini diangkat menjadi kepala sekolah, ia menjelaskan hal itu semata untuk menutup kekosongan jabatan akibat keterbatasan sumber daya manusia.
Menurutnya, pengisian jabatan definitif harus segera dilakukan karena aturan terbaru tidak lagi memperbolehkan posisi kepala sekolah diisi oleh pelaksana tugas (Plt).

“Pengangkatan dilakukan untuk memenuhi kuota kosong sesuai sistem dan regulasi yang berlaku,” pungkasnya.

Isu yang berkembang ini mendorong aparat penegak hukum untuk menyelidiki kebenarannya. Jika dugaan tersebut terbukti, nilai transaksi yang beredar diperkirakan tidak kecil. Dengan asumsi rata-rata Rp20 juta per orang, total dana yang berpotensi mengalir bisa mencapai sekitar Rp1,6 miliar. Angka itu dinilai cukup signifikan dan layak ditelusuri secara hukum. Masyarakat pun kini menunggu langkah aparat apakah dugaan tersebut akan diusut tuntas atau sekadar menjadi isu yang berlalu tanpa kejelasan.

Editor : Zarmin

Continue Reading

Pendidikan

Tiga Mahasiswi UMU Buton Tunjukkan Kualitas di Lomba Karya Ilmiah Baubau. 

Published

on

By

TERASNUSANTARA-BAUBAU_ Lomba Karya Ilmiah yang digelar Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kota Baubau pada 7–8 Desember 2025 kembali menjadi ruang pembuktian bagi para akademisi muda.

Kompetisi yang diikuti puluhan peserta pelajar, mahasiswa dan umum se-Kota Baubau ini, tiga diantaranya mahasiswi Universitas Muslim Buton (UMU Buton) tampil menonjol dengan kualitas karya dan presentasi yang solid.

Mereka adalah Suci Amarullah Al Razak, Elma Falmawada Ode dan Jalita Sri Rahayu, masing-masing berasal dari Fakultas Ilmu Pemerintahan dan Hukum (FIPH) UMU Buton.

Elma Tampil Menggelegar dengan Penguasaan Materi yang KuatElma Falmawada Ode, mahasiswi semester I Prodi Administrasi Pemerintahan Daerah, memukau dewan juri dengan kemampuan analisis dan penyampaian yang matang. Membawakan penelitian berjudul “Strategi Pemerintah Kota Baubau dalam Menerapkan Model Pemetaan Sosial Damai sebagai Mekanisme Pencegahan Konflik Ulang di Kawasan Kanakea–Laode Boha”, Elma menyoroti akar konflik struktural dan kultural yang selama ini belum disentuh dalam penyelesaian konflik.

Melalui pendekatan Peace Social Mapping (PSM), Elma menawarkan solusi pemetaan perdamaian yang dinilai efektif untuk memetakan potensi konflik sekaligus sumber daya perdamaian lokal.

 

Suci Sajikan Eduwisata Benteng Keraton Wolio dengan Kajian Akademik Matang. Sebagai peserta kedua, Suci Amarullah Al Razak, mahasiswi semester I Prodi Administrasi Pemerintahan Daerah, tampil tenang dan sistematis. Penelitiannya berjudul “Pemanfaatan Eduwisata Benteng Keraton Wolio sebagai Sumber Pembelajaran Nilai Budaya Kesultanan Buton bagi Pelajar di Kota Baubau”.

Suci menegaskan bahwa benteng terbesar di dunia versi Guinness World Records tersebut memiliki potensi besar sebagai ruang pembelajaran budaya. Ia mengusulkan kurikulum muatan lokal, modul pembelajaran, hingga fasilitas eduwisata yang lebih ramah pelajar.

Jalita Tampil Perdana dengan Konsep ‘Jelajah Wolio’ Jalita Sri Rahayu, mahasiswi semester V Prodi Peradilan Pidana, tampil sebagai peserta pertama pada pembukaan lomba. Meski sempat gugup, Jalita menunjukkan performa percaya diri melalui karya “Jelajah Wolio: Trip dan Edukasi Budaya Hingga Alam Kota Baubau”.

Penelitiannya menekankan pentingnya pengelolaan warisan budaya Buton yang mencakup bahasa Wolio, tradisi, arsitektur hingga sumber daya alam. Jalita menawarkan konsep perjalanan edukatif yang mengintegrasikan pengalaman lapangan, modul budaya, serta pemberdayaan pelaku lokal.

Dekan Fakultas Ilmu Pemerintahan dan Hukum (FIPH) UMU Buton, Darmin Hasirun, S.H., M.H., turut memberikan apresiasi atas penampilan ketiga mahasiswi tersebut.

“Kami bangga dengan prestasi Elma, Suci, dan Jalita. Mereka menunjukkan bahwa mahasiswa UMU Buton, bahkan yang baru semester I, memiliki kapasitas akademik, keberanian, dan kemampuan berpikir kritis yang kuat. Ini adalah bukti bahwa pembinaan akademik berjalan dengan baik, dan kami berharap prestasi ini dapat memotivasi mahasiswa lainnya,” ungkap Darmin.

Ia menegaskan bahwa pihak fakultas akan terus mendorong mahasiswa untuk aktif berkarya, meneliti, dan berkompetisi pada tingkat daerah hingga nasional.

Penampilan ketiga mahasiswa FIPH UMU Buton dalam ajang LKTI Balitbangda 2025 menunjukkan bahwa generasi muda Baubau memiliki potensi besar dalam mengembangkan gagasan ilmiah serta berkontribusi bagi pembangunan daerah. Dedikasi mereka tidak hanya menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya, tetapi juga memperkuat posisi UMU Buton sebagai kampus yang aktif mendorong budaya riset dan inovasi.(adm)

Continue Reading
Advertisement

Trending

Copyright © 2017 Zox News Theme. Theme by MVP Themes, powered by WordPress.