Connect with us
blob:https://web.whatsapp.com/ff4b1634-355b-4b4d-a382-481338e87ffb

Pemerintah

Kubikasi Timbunan di Proyek Bandara Betoambari Belum Jelas, Bapenda dan PPK Beda Keterangan

Published

on

BAUBAU-TERASNUSANTARA– Proyek perpanjangan landasan pacu Bandara Betoambari, Kota Baubau, kembali disorot. Kali ini yang disoal mengarah pada belum terungkapnya volume kubikasi material timbunan yang digunakan dalam proyek itu. Di tengah perbedaan keterangan antara Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Baubau dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Di satu sisi, Bapenda telah memungut Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) dari dua pemasok material dengan total setoran sekitar Rp 60 juta.

Namun, perhitungan pajak tersebut menggunakan volume berdasarkan keterangan pemasok, bukan mengacu pada dokumen Rencana Anggaran Biaya (RAB) proyek.

Kepala Bapenda Kota Baubau, Muh Massad, melalui Kepala Bidang Pendapatan Wilayah I, Fauziah, menjelaskan bahwa sesuai ketentuan, pajak MBLB dipungut di lokasi pengambilan material atau mulut tambang.

Fauziah mengungkapkan, pada awalnya Bapenda belum mengetahui secara pasti lokasi pengambilan material yang digunakan untuk proyek perluasan landasan pacu Bandara Betoambari.

Karena itu, pihaknya berkoordinasi dengan pelaksana proyek untuk mengidentifikasi pemasok material sekaligus menyosialisasikan kewajiban pembayaran pajak.

“Badan Pendapatan Daerah awalnya tidak mengetahui di mana lokasi pengambilan material yang digunakan di lokasi proyek Bandara Betoambari. Makanya, kita koordinasi dengan pelaksana proyek untuk mengetahui titik supplier sekaligus melakukan sosialisasi kewajiban pajak terhadap penggunaan bahan material MBLB,” jelasnya.

Dari hasil koordinasi tersebut, Bapenda memperoleh informasi mengenai sejumlah lokasi yang diduga menjadi sumber material timbunan. Petugas kemudian turun langsung ke lapangan dan menemukan aktivitas penggalian di dua lokasi.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, masing-masing pemasok disebut telah menyuplai material timbunan sekitar 30 ribu meter kubik.

Untuk memastikan volume material yang digunakan, Fauziah mengatakan pihaknya telah menyurati PPK Bandara Betoambari guna meminta dokumen RAB proyek.

Namun, menurut dia, permintaan tersebut belum mendapatkan balasan. Akibatnya, penghitungan kewajiban pajak sementara dilakukan berdasarkan informasi volume dari masing-masing pemasok.

“Saat ini sudah ada dua supplier yang telah menyetorkan kewajiban pajaknya di Bapenda Kota Baubau, totalnya sekitar Rp 60 jutaan. Selain itu, juga ada opsen pajak ke provinsi sebesar 25 persen yang langsung masuk ke rekening Bapenda Provinsi Sultra,” ujarnya.

Fauziah mengakui, sebelumnya Bapenda menghadapi kendala dalam pendataan objek Pajak MBLB. Namun, aktivitas penimbunan untuk proyek perluasan landasan pacu Bandara Betoambari mendorong pihaknya memperkuat pendataan dan menelusuri sumber material yang digunakan.

Sementara itu, PPK proyek penimbunan Bandara Betoambari, Ahyar, membantah telah menerima surat resmi dari Bapenda terkait permintaan dokumen RAB.

Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Ahyar mengatakan pihaknya tidak pernah menerima surat tersebut. Ia menyebut komunikasi yang terjadi selama ini hanya sebatas koordinasi dengan Bapenda.

“Kami tidak pernah terima suratnya. Mereka (Bapenda) hanya berkoordinasi, dan kita fasilitasi dengan pihak kontraktor,” jelas Ahyar.

Ia menambahkan, apabila surat permintaan dokumen secara resmi diterima, pihaknya akan mempelajari terlebih dahulu isi dan poin-poin yang diminta.

Saat ditanya mengenai total volume kubikasi material timbunan yang telah digunakan pada tahap pertama maupun tahap kedua pembangunan landasan pacu Bandara Betoambari sepanjang 2026, Ahyar belum memberikan penjelasan secara terperinci.

Perbedaan keterangan mengenai surat permintaan dokumen tersebut menambah pertanyaan terkait transparansi data volume material yang digunakan dalam proyek.

Kepastian volume kubikasi berdasarkan dokumen perencanaan dan realisasi pekerjaan menjadi penting untuk memastikan kesesuaian penggunaan material sekaligus mendukung penghitungan kewajiban pajak daerah secara akurat.

Hingga berita ini diterbitkan, rincian total volume timbunan berdasarkan dokumen proyek belum diperoleh. (adm)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pemerintah

PWI Baubau Gandeng TNI-Polri dan Organisasi Kemanusiaan Bagikan 2000 Masker

Published

on

By

BAUBAU-TERASNUSANTARA_Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat di tengah kabut asap yang beberapa hari terakhir menyelimuti Kota Baubau diwujudkan melalui aksi pembagian 2.000 masker di kawasan Pasar Laelangi, Jalan R.A. Kartini, Kelurahan Wale, Kecamatan Wolio, Jumat (16/10/2026).

Bakti sosial ini melibatkan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Baubau, Kodim 1413/Buton, Polres Baubau, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Baubau, dan Palang Merah Indonesia (PMI) Baubau dan Dinas Kesehatan Kota Baubau.

Dimulai sekitar pukul 10.00 WITA, pembagian masker menyasar masyarakat yang beraktivitas di pasar, pengendara, pedagang, hingga warga yang melintas di kawasan tersebut.

Kegiatan ini menjadi langkah preventif untuk membantu mengurangi paparan asap sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko gangguan saluran pernapasan.

Komandan Kodim 1413/Buton, Letkol Inf. Yoni, S.Hub.Int., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama antara TNI, Polri, insan pers, organisasi profesi, organisasi kemanusiaan, dan tenaga medis terhadap kondisi lingkungan yang berdampak pada kesehatan masyarakat.

Menurutnya, kegiatan itu dapat terlaksana berkat dukungan dan kolaborasi seluruh pihak yang terlibat.

“Tujuannya adalah untuk menjaga kesehatan karena saat ini kabut asap cukup meresahkan warga. Alhamdulillah, berkat dukungan semua pihak, kegiatan hari ini bisa berjalan lancar, aman, dan tertib,” ujarnya.

Kapolres Baubau, AKBP Noer Alam, S.I.K., juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan perlindungan diri selama kondisi udara belum sepenuhnya membaik.

Ia menyebut kabut asap yang cukup tebal dalam beberapa hari terakhir perlu diantisipasi bersama, terlebih ketika masyarakat harus beraktivitas di luar ruangan.

“Beberapa hari terakhir kabut asap cukup tebal dan ada beberapa masyarakat yang mengalami gangguan saluran pernapasan. Karena itu, ke depannya kita perlu lebih mengantisipasi dengan tetap menggunakan masker,” kata Noer Alam.

Dari sisi kesehatan, Ketua IDI Baubau, dr. Hasrida Hamid, mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak mendesak selama kualitas udara masih terganggu.

Jika harus beraktivitas di luar ruangan, masyarakat dianjurkan menggunakan masker untuk membantu mengurangi paparan asap.

Ia juga meminta warga tidak mengabaikan gejala gangguan pernapasan yang muncul.

“Kalau ada gejala-gejala yang memang memberat, misalnya sesak atau batuk yang tidak berhenti, diimbau untuk segera mencari layanan kesehatan, baik di puskesmas, dokter praktik, ataupun rumah sakit,” jelasnya.

Ketua PWI Baubau, La Ode Aswarlin, mengatakan aksi tersebut merupakan wujud kolaborasi berbagai unsur dalam merespons kondisi kabut asap yang sempat mengganggu kualitas udara di Kota Baubau.

Ia menyebut kondisi cuaca pada Jumat mulai membaik dibandingkan hari sebelumnya. Meski demikian, masyarakat tetap diminta waspada dan tidak mengabaikan upaya pencegahan.

“Alhamdulillah, hari ini kondisi cuaca sudah lebih baik dari kemarin. Kita berharap kondisi ini akan kembali normal. Tetapi harapan kita, masyarakat tetap mencegah dan melindungi diri dengan menggunakan masker,” ujarnya.

Aswarlin menjelaskan, sedikitnya 2000 masker yang dibagikan merupakan bantuan dari seluruh organisasi yang terlibat dalam bakti sosial tersebut.

Selain aksi pembagian masker, kolaborasi lintas instansi tersebut akan berlanjut melalui kegiatan edukasi bagi pelajar tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) pada Sabtu (17/10/2026).

Kegiatan lanjutan itu direncanakan mencakup edukasi kesehatan dan keselamatan berlalu lintas dengan melibatkan IDI, PMI Baubau, personel Satuan Lalu Lintas, tenaga teknis bidang kesehatan, serta Babinsa setempat.

“Jadi ini aksi kolaborasi bersama,” tegas Aswarlin.

Melalui kegiatan tersebut, PWI Baubau bersama TNI-Polri, IDI, PMI, dan unsur terkait berharap masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan serta melakukan langkah perlindungan diri di tengah kondisi udara yang berpotensi kembali memburuk.

Kolaborasi ini sekaligus menjadi bentuk kepedulian bersama agar dampak kabut asap terhadap aktivitas dan kesehatan warga dapat diminimalkan. (Adm)

Continue Reading

Pemerintah

Kejati Sultra Dorong Program Bedah Rumah Terus Berkelanjutan

Published

on

By

Kajati Sultra, Dr Sugeng Riyanta, S.H. M.H (tengah) didampingi Walikota Baubau, Yusran Fahim, SE (tengah) dan Kejari Baubau, Taupiq Djalal, S.H,.M.H juga Kepala BPN Baubau, Yusuf, S.SiT (kanan) serta Ketua Baznas Baubau, Dra. Hj. Asmahani, M.Si saat Monev Program Bedah Rumah di Salah Satu Penerima manfaat di Kelurahan Lakologou beberapa waktu lalu.

KENDARI-TERASNUSANTARA_Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Dr. Sugeng Riyanta, S.H., M.H. mendorong program beda agar terus berkelanjutan. Hal itu disampaikan pihaknya saat Monitoring dan Evaluasi (Monev) kegiatan sosial tersebut di Kelurahan Lakologou, Kecamatan Kokalukuna, Kota Baubau belum lama ini.

“Ini memamg kita niatin berkelanjutan, kita kemarin launching itu untuk peluncurannya saja dan kemudian ini akan terus kita dorong. Ini akan di dorong terus, semua taat. CSR (Corporate Social Responsibility, red)
masuk ASN sisikan sedekahnya di situ selesai,” ungkapnya.

Kajati Sultra membeberkan hingga program tersebut diluncurkan, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sultra berhasil mengumpulkan dana program dengan tema “Gotong Royong Bedah Rumah Bersama Membangun Rumah Menata Masa Depan Yang Lebih Baik” itu di atas Rp 10 miliar dengan penerima manfaat 300 rumah lebih di Sultra.
“Kalau tidak salah kemarin sudah hampir 300 rumah yang bisa kita bantu,” bebernya.

Karena itu, pihaknya berharap kepada sejumlah penerima manfaat adanya program tersebut, bukan hanya rumahnya menjadi layak untuk dihuni, namun kesejahteraan dan sumber dayanya juga ikut meningkat dan keluar dari kemiskinan ekstrem.

Pada kesempatan tersebut Dr. Sugeng Riyanta, S.H., M.H. menjelaskan juga agenda kunjungannya di Baubau yakni untuk meninjau langsung progres program gotong royong bedah rumah di Baubau yang digagas secara kolabaratif.

“Jadi kami kesini (Baubau, red) untuk ngecek saja. Jadi kemarin ini pak wali sudah lakukan peletakan batu pertama. Ini targetnya tiga bulan selesai,” ujarnya.

Kata dia, selain berkolabrasi dengan Pemerintan Daerah (Pemda) dan Baznas, pihaknya juga menggandeng sejumlah perusahaan dan Real Estat Indonesia (REI) serta Badan Pertanahan Nasional (BPN), tujuannya, penerima yang belum memiliki serifikat tanah agar disertifikatkan tanahnya.

“Kemudian gandeng lagi ini dari BPN. kalau udah dibenah ini rumahnya, maka yang belum ada sertifikat dikasih sertifikat. Ini semua dalam rangka mensukseskan program, prioritasnya Presiden pembangunan tiga juta rumah dan menentaskan kemiskinan,” katanya.

“Dan pak wali juga komitmen akan terus meningkatkan karena semuanya yang dapat bantuan 500 sekian ya. 557 kalau baru 15, ada 500 lebih lagi yang harus dituntaskan,”pungkasnya.

Sementara itu Walikota Baubau. H. Yusran Fahim, SE, senada dengan Kajati Sultra, Dr. Sugeng Riyanta, S.H., M.H. terus mendorong kegiatan sosial tersebut agar tidak ada lagi warganya yang memiliki rumah tidak layak huni.

“Harapannya kami program ini berkelanjutan, karena seperti yang dikatakan sama Pak Kajati. Kita harus mendorong bersama-sama agar jangan ada lagi seperti masyarakat yang hal hal seperti ini (memiliki rumah tidak layak huni, red) dan memang kami sudah berkomitmen, paling tidak komitmen saya bersama Kajati, Baznaz bagaimana nanti kita bisa mengatasinya,” katanya.

Liyusman lantulu (40) mengaku sangat senang dan mengucapkan terimakasih dengan program tersebut. Sebagai penerima manfaat pada kegiatan itu, ia berharap terus berkelanjutan.

Amatan media ini, selain Monev, Kajati Sultra Dr. Sugeng Riyanta, S.H., M.H. juga ikut memberikan tali asih kepada sejumlah penerima program di Kelurahan itu.

Laporan : Zarmin
Editor     : Zarmin

Continue Reading

Pemerintah

Hari Jadi Baubau ke-485 Diwarnai Ritual Adat dan Karnaval Budaya

Published

on

By

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Baubau, Dr. H. Idrus Taufiq Saidi, S.Kom., M.Si.

BAUBAU-TERASNUSANTARA_Hari Jadi Baubau ke-485 dan HUT Kota Baubau ke-25 sebagai daerah otonom menjadi momentum untuk kembali menghidupkan nilai sejarah, tradisi dan keberagaman budaya yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Bukan hanya melalui seremoni, Pemerintah Kota Baubau melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) turut mengambil bagian dalam sejumlah agenda budaya yang mewarnai rangkaian peringatan tahun 2026.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Baubau, Dr. H. Idrus Taufiq Saidi, S.Kom., M.Si., mengatakan pihaknya mengambil peran dalam sejumlah agenda yang melengkapi rangkaian kegiatan pemerintah kota. Salah satunya adalah Santiago atau ziarah kubur yang dijadwalkan pada 12 Oktober 2026.

“Jika sebelumnya kegiatan tersebut digelar bersamaan dengan rapat paripurna DPRD, tahun ini pelaksanaannya dimajukan sebagai pembuka rangkaian kegiatan utama. Kita memulai kegiatan itu kita minta doa, mengucap syukur sekaligus memberikan penghargaan kepada orang-orang terdahulu. Kita ada hari ini karena ada cerita masa lalu,” katanya, Rabu 7 Oktober 2026.

Dari jejak leluhur, rangkaian perayaan kemudian bergerak menuju panggung budaya. Pada 13 Oktober 2026, Baubau akan menghadirkan Karnaval Budaya yang digelar pada malam hari.

Karnaval tersebut akan mengambil titik awal di sekitar akses Jalan Kolam kawasan Patung Oputa Yi Koo di Kotamara, kemudian berakhir di Pantai Kamali.

Konsepnya tidak sekadar berjalan dalam barisan. Peserta akan diiringi musik instrumental dan diberi ruang menampilkan gaya serta atraksi khas masing-masing.

“Bukan hanya sekadar jalan. Kami merencanakan ada iringan musik yang seragam, tetapi gaya dari masing-masing peserta. Sambil berjalan mereka bisa melakukan gerakan atau atraksi kecil mengikuti irama,” jelasnya.

Sejumlah organisasi perangkat daerah dan unit kerja pemerintah kota telah menyampaikan tema yang akan ditampilkan. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan juga mengundang berbagai paguyuban untuk menghadirkan warna keberagaman budaya yang tumbuh di Baubau.

Ada budaya Bali, Toraja hingga komunitas Tionghoa yang direncanakan menampilkan identitas budayanya, termasuk barongsai.
Bagi Fecky, sapaan akrab Idrus Taufiq Saidi, keberagaman tersebut merupakan bagian penting dari wajah Baubau sebagai kota yang memiliki sejarah panjang.

Setelah karnaval, nuansa budaya kembali hadir pada puncak peringatan Hari Jadi Baubau, 17 Oktober 2026. Seusai upacara peringatan, akan dilaksanakan kegiatan yang sebelumnya dikenal dalam rangkaian Pekande-kandea.

Namun, berdasarkan evaluasi, kegiatan tersebut tahun ini dikemas dalam bentuk santunan kepada anak yatim. Kegiatan itu juga melibatkan perangkat Masjid Keraton serta sejumlah tamu sebagai bagian dari kebersamaan dalam momentum hari jadi.

Tak berhenti pada agenda utama, geliat budaya juga berlangsung melalui berbagai ritual adat, seperti Tuturangiana Batu Wampone, Haroanandala Bone-Bone, Kamomose, Tuturangiana Batu Poaro dan Tuturangiana Ouwena Kanakea.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, sambung dia, akan terlibat dalam berbagai kegiatan tersebut.

“Kalau dihitung-hitung, mulai tanggal 12 sampai 19 Oktober, kami akan banyak berada di lapangan,” ujarnya.

Menurutnya, keterlibatan pemerintah dalam berbagai kegiatan adat dan budaya merupakan bagian dari upaya menerjemahkan visi Baubau sebagai kota budaya yang ramah, cerdas, sejahtera dan bermartabat.

Fecky menambahkan, usia sejarah Baubau yang telah mencapai 485 tahun merupakan perjalanan panjang yang tidak boleh hanya dikenang melalui angka. Warisan nilai, tradisi dan kearifan lokal juga harus tetap terlihat dalam setiap penyelenggaraan pemerintahan maupun perayaan daerah.
Ia berharap masyarakat turut menjaga nilai-nilai yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

“Menjaga marwah nilai masa lalu yang biasa kita sebut local wisdom, tetapi kita harus menyesuaikan dengan tuntutan zaman. Kita harus mampu menjadi local genius, kecemerlangan lokal untuk bisa beradaptasi dengan tuntutan zaman saat ini,” pungkasnya.

Hari Jadi Baubau pun diharapkan tidak berhenti sebagai perayaan bertambahnya usia daerah. Momentum ini menjadi ruang untuk menengok kembali sejarah, merawat keberagaman budaya hari ini, sekaligus memastikan warisan budaya tetap hidup dan relevan bagi generasi mendatang.

Untuk diketahui, berbagai rangkaian kegiatan Hari Jadi Baubau ke-485 dan HUT Kota Baubau ke-25 sebagai daerah otonom telah dimulai sejak awal Oktober 2026, dengan puncak peringatan pada 17 Oktober 2026. (adm)

Continue Reading
Advertisement

Trending

Copyright © 2017 Zox News Theme. Theme by MVP Themes, powered by WordPress.