BAUBAU-TERASNUSANTARA_Jelang masa sidang pertama, Anggota DPRD Provinsi Partai Amanat Nasional (PAN), Suwandi Andi terus bergerak menggelar reses. Sehari setelah dari Kabupaten Buton Tengah, Kecamatan Gu, Desa Rahia, Rabu 29 Januari 2025 melanjutkan kegiatan resesnya di Kota Baubau, Kecamatan Kokalukuna, di Aula Kelurahan Liwuto.
Kepada media ini, Anggota DPRD Komisi III, Suwandi Andi mengucapkan terimakasinya atas penerimaan konstituennya di Pulau Makasar, karena itu, pihaknya serius memperjuangkan sejumlah aspirasi yang diusulkan. Terdapat tiga aspirasi yang diusulkan pada reses tersebut, yakni penambahan jembatan penghubung antara Pulau Makasar-Lowu-Lowu, kedua jalan lingkar kedua kelurahan di Pulau Makasar yaitu Kelurahan Sukanayo dan Liwuto, serta pembuatan talud.

“Saya sangat serius untuk memperjuangkan tiga penanganan ini, yaitu jembatan, jalan lingkar kalaupun ini bukan kewenangan provinsi, tapi ada strategi lain, dan kemudian status kebencanaan, ini sudah harus ditangani oleh tiga komponen negara yaitu, BPBD Nasional, Provinsi dan Kota Baubau,” ungkapnya, 29 Januari 2025.
Anggota DPRD empat periode itu menilai, ketiga usulan tersebut sangat urgen untuk diperjuangkan, sebab, kapasitas jembatan saat ini dinilai sudah kurang mampu untuk menopang kendaraan yang melintas, karena itu, diperlukan penambahan jalur untuk menghubungkan kedua kelurahan tersebut.
“Beberapa hal yang sangat urgent dan sepertinya hal itu harus segera ditangani, pertama adalah jembatan yang menghubungkan Pulau Makasar dan Lowu-Lowu yang dulunya dibangun pemerintah Provinsi. Aset itu masih aset provinsi dan sepertinya perluasannya dan peningkatannya harus segera dilakukan karena pertimbangan mobilitas masyarakat dari Puma ke Baubau sangat tinggi, kapasitas jembatan itu sangat kecil,” tuturnya.
”Sehingga menghambat mobilitas masyarakat, jadi satu-satunya jalan, bukan untuk merehap, tapi untuk menambah, sehingga ada yang masuk dan ada yang keluar,” tambahnya.
Kemudian, lanjutnya lagi, yang membutuhkan penanganan segera adalah satu nomenklatur jalan lingkar Pulau Makasar. Jalan tersebut dinilai sudah sangat rusak untuk dilewati pengendara. Bahkan, dengan kondisi jalannya yang kian rusak, pihaknya memberikan tagline . “Bukan jalan lagi sebutannya, tetapi kalau mau ingin sakit orangnya dan motornya rusak, maka jalan-jalan saja ke Pulau Makasar, ini khan luar biasa, jadi tagline itu pukulan bagi Pemerintah Provinis dan Kota Baubau,” ucapnya.

Karenanya, 2026 mendatang sejumlah usulan tersebut sudah harus terealisasi. Terutama tambahan jalur yang menghubungkan Pulau Makasar dan Lowu-Lowu. “Untuk jalan paling tidak diperubahan 2025 ini sudah harus tuntas, supaya 2026 itu fisiknya sudah ada, kalau keinginan kita jangan bertahap, kalau jembatan itu khan paling dia butuh Rp 10 miliar, kalau Rp 10 miliar khususnya Walikota Baubau membutuhkan itu, dan jadi itu menjadi skala prioritas saya kira selesai, karena dibanding dengan daerah lain yang kita push tidak seberapa,” katanya.
Termasuk, lanjutnya, penetapan status kebencanaan di salah satu titik yang ada di Kelurahan Liwuto. Menurut Legislator Partai berlambang matahari tersebut, keberadaan lokasi yang mendiami sisi selatan Kelurahan Liwuto tersebut telah membahayakan warga sekitar, sebab, seringkali lokasi tersebut mengalami abrasi. Karena itu, Pemerintah Daerah harus segera menetapkan status kebencanaanya.
“Biasanya kalau ada longsor seperti ini penangananannya harus segera, Pemda Kota harus menetapkan sebagai status kebencanaan, sehingga dilaporkan BPBD Provinsi dan Kota. Dan kalau kita melihat ini, membutuhkan penanganan yang serius. Pertama karena sudah ada ancaman, pertama warga yang dekat dengan tebing, dan tidak akan selesai kalau tidak dilakukan penangan serius. Jadi kalau saya pernah melakukan di Watiginangga, jadi pancang dulu kemudian di isi dalamnya, itu kuat” tutupnya.
Sementara itu, di tempat yang sama Camat Kokalukuna, Muslidin mengucapkan terimakasihnya kepada pria alumni Universitas Haluoleo tersebut, sebab, dari 43 kelurahan yang tersebar di Kota Baubau, wilayahnya menjadi pilihan digelarnya reses. Pihaknya mengaku sangat membutuhkan ketiga usulan tersebut.
“Terima kasih banyak kepada anggota DPRD Provinis, diantara 43 kelurahan yang ada, kelurahan kami yang menjadi tempat kegiatan reses. Kami sangat membutuhkan dari provinisi, dan kita tau APBD kita belum akan mampu mengakomodir kebutuhan masyarakat, dan alhamdulillaah dengan anggota DPRD kita mendapat angin segar,” ucapnya.
Lurah Sukanayo Sarif Male, senada dengan camatnya, pihaknya bersyukur atas kunjungan reses yang digelar di kelurahannya. Sebab warganya yang bakal terdampak abrasi sebanyak 59 jiwa dan 15 Kepala Keluarga (KK). Karena itu, 200 meter panjang dan 15 meter ketinggian talud yang diusukan tersebut, kiranya segera terealisasi.
Dikatahui, turut hadir pula dalam kegiatan tersebut yakni Lurah Sukanayo, Tajudin, Babinsa, Kedua LPM di Pulau Makasar serta warga kedua kelurahan tersebut.(zarmin)