Connect with us
blob:https://web.whatsapp.com/ff4b1634-355b-4b4d-a382-481338e87ffb

Pemerintah

Kejari Buton Tingkatkan Pengabdian melalui Bedah Rumah BSPS di HUT ke-81 Kejaksaan

Published

on

Istimewa

TERASNUSANTARA-PASARWAJO_Kejaksaan Negeri (Kejari) Buton terus mendedikasikan diri untuk terus memberikan pelayanan terbaik dalam penegakan hukum. Bukan hanya itu, di HUT Kejaksaan RI ke-81 Kejari Buton memperkuat pengabdian kepada masyarakat melalui dengan melibatkan diri dalam Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

Program bedah rumah merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-81 2026. Dimana untuk di Kabupaten Buton dilaksanakan melalui kolaborasi DPR RI, Pemerintah Daerah, Kejaksaan Negeri Buton, dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Buton, Sterry Fendy Andih, pada Rabu 2 September, menjelaskan, program bedah rumah merupakan hasil kerja sama lintas lembaga dengan <span;>melibatkan Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Tenggara (Sultra), kementerian terkait, pemerintah kabupaten, serta dukungan dana aspirasi Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae.

Ia juga menegaskan, Kejaksaan tidak dapat menjalankan tugasnya sendiri. Karena itu, sinergi dengan pemerintah daerah, Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspidah) Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan mitra kerja menjadi bagian penting dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

Kata dia, di Wilayah hukumnya, Program bedah rumah dilaksanakan di tiga Kabupaten baik Kabupaten Buton, Kabupaten Buton Selatan maupun Kabupaten Buton Tengah. Dimana Kabupaten Buton, tahap awal program menyasar 565 rumah milik masyarakat berpenghasilan rendah dan terdapat 200 rumah telah selesai pengerjaan.

Keterlibatan Kejari Buton dalam program tersebut menjadi bagian dari rangkaian pengabdian yang dilaksanakan dalam momentum HUT Kejaksaan RI ke-81.
Selain program bedah rumah, rangkaian kegiatan yang disampaikan Kajari Buton juga mencakup pembagian sertifikat tanah gratis, dokumen kependudukan, sunatan massal, donor darah, dan pemeriksaan kesehatan gratis di tiga kabupaten.

Sterry berharap sinergi dan komunikasi antara Kejaksaan, pemerintah daerah, DPR RI, kementerian, dan seluruh mitra kerja dapat terus dipertahankan serta ditingkatkan. Menurutnya, kerja sama tersebut diperlukan untuk memberikan pelayanan terbaik, menghadirkan rasa keadilan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pihaknya mengajak seluruh keluarga besar Kejaksaan Negeri Buton menjadikan usia ke-81 sebagai motivasi untuk terus bekerja dengan integritas, profesionalitas, ketulusan, dan semangat pengabdian.

Ia juga mengingatkan jajaran Kejaksaan untuk menjaga nama baik dan kehormatan institusi dengan berpegang teguh pada Tri Krama Adhyaksa, yaitu Satya, Adhi, dan Wicaksana. Melalui Program BSPS, Kejari Buton bersama pemerintah daerah, DPR RI, dan Kementerian PKP mengambil bagian dalam upaya menghadirkan hunian yang lebih layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae, Program BSPS yang disalurkan kepada masyarakat harus tepat sasaran dan tidak disertai pungutan.

“Saya memastikan pelaksanaan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang disalurkan kepada masyarakat benar-benar tepat sasaran dan bebas dari pungutan liar ataupun biaya dalam bentuk apa pun dari pihak mana pun,” ucapnya dilansir di domianpublik.id.

Menurut mantan Bupati Muna itu, BSPS merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Ia menyebut rumah layak huni tidak hanya memberikan rasa aman dan nyaman bagi penghuni, tetapi juga berkaitan dengan kesehatan, kesejahteraan, dan kualitas hidup keluarga.

“Melalui program ini, pemerintah berharap masyarakat yang selama ini tinggal di rumah tidak layak huni dapat memiliki tempat tinggal yang lebih sehat, aman, dan nyaman, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga secara berkelanjutan,” ujarnya.

Editor : Zarmin

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pemerintah

PWI Baubau Gandeng TNI-Polri dan Organisasi Kemanusiaan Bagikan 2000 Masker

Published

on

By

BAUBAU-TERASNUSANTARA_Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat di tengah kabut asap yang beberapa hari terakhir menyelimuti Kota Baubau diwujudkan melalui aksi pembagian 2.000 masker di kawasan Pasar Laelangi, Jalan R.A. Kartini, Kelurahan Wale, Kecamatan Wolio, Jumat (16/10/2026).

Bakti sosial ini melibatkan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Baubau, Kodim 1413/Buton, Polres Baubau, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Baubau, dan Palang Merah Indonesia (PMI) Baubau dan Dinas Kesehatan Kota Baubau.

Dimulai sekitar pukul 10.00 WITA, pembagian masker menyasar masyarakat yang beraktivitas di pasar, pengendara, pedagang, hingga warga yang melintas di kawasan tersebut.

Kegiatan ini menjadi langkah preventif untuk membantu mengurangi paparan asap sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko gangguan saluran pernapasan.

Komandan Kodim 1413/Buton, Letkol Inf. Yoni, S.Hub.Int., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama antara TNI, Polri, insan pers, organisasi profesi, organisasi kemanusiaan, dan tenaga medis terhadap kondisi lingkungan yang berdampak pada kesehatan masyarakat.

Menurutnya, kegiatan itu dapat terlaksana berkat dukungan dan kolaborasi seluruh pihak yang terlibat.

“Tujuannya adalah untuk menjaga kesehatan karena saat ini kabut asap cukup meresahkan warga. Alhamdulillah, berkat dukungan semua pihak, kegiatan hari ini bisa berjalan lancar, aman, dan tertib,” ujarnya.

Kapolres Baubau, AKBP Noer Alam, S.I.K., juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan perlindungan diri selama kondisi udara belum sepenuhnya membaik.

Ia menyebut kabut asap yang cukup tebal dalam beberapa hari terakhir perlu diantisipasi bersama, terlebih ketika masyarakat harus beraktivitas di luar ruangan.

“Beberapa hari terakhir kabut asap cukup tebal dan ada beberapa masyarakat yang mengalami gangguan saluran pernapasan. Karena itu, ke depannya kita perlu lebih mengantisipasi dengan tetap menggunakan masker,” kata Noer Alam.

Dari sisi kesehatan, Ketua IDI Baubau, dr. Hasrida Hamid, mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak mendesak selama kualitas udara masih terganggu.

Jika harus beraktivitas di luar ruangan, masyarakat dianjurkan menggunakan masker untuk membantu mengurangi paparan asap.

Ia juga meminta warga tidak mengabaikan gejala gangguan pernapasan yang muncul.

“Kalau ada gejala-gejala yang memang memberat, misalnya sesak atau batuk yang tidak berhenti, diimbau untuk segera mencari layanan kesehatan, baik di puskesmas, dokter praktik, ataupun rumah sakit,” jelasnya.

Ketua PWI Baubau, La Ode Aswarlin, mengatakan aksi tersebut merupakan wujud kolaborasi berbagai unsur dalam merespons kondisi kabut asap yang sempat mengganggu kualitas udara di Kota Baubau.

Ia menyebut kondisi cuaca pada Jumat mulai membaik dibandingkan hari sebelumnya. Meski demikian, masyarakat tetap diminta waspada dan tidak mengabaikan upaya pencegahan.

“Alhamdulillah, hari ini kondisi cuaca sudah lebih baik dari kemarin. Kita berharap kondisi ini akan kembali normal. Tetapi harapan kita, masyarakat tetap mencegah dan melindungi diri dengan menggunakan masker,” ujarnya.

Aswarlin menjelaskan, sedikitnya 2000 masker yang dibagikan merupakan bantuan dari seluruh organisasi yang terlibat dalam bakti sosial tersebut.

Selain aksi pembagian masker, kolaborasi lintas instansi tersebut akan berlanjut melalui kegiatan edukasi bagi pelajar tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) pada Sabtu (17/10/2026).

Kegiatan lanjutan itu direncanakan mencakup edukasi kesehatan dan keselamatan berlalu lintas dengan melibatkan IDI, PMI Baubau, personel Satuan Lalu Lintas, tenaga teknis bidang kesehatan, serta Babinsa setempat.

“Jadi ini aksi kolaborasi bersama,” tegas Aswarlin.

Melalui kegiatan tersebut, PWI Baubau bersama TNI-Polri, IDI, PMI, dan unsur terkait berharap masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan serta melakukan langkah perlindungan diri di tengah kondisi udara yang berpotensi kembali memburuk.

Kolaborasi ini sekaligus menjadi bentuk kepedulian bersama agar dampak kabut asap terhadap aktivitas dan kesehatan warga dapat diminimalkan. (Adm)

Continue Reading

Pemerintah

Kejati Sultra Dorong Program Bedah Rumah Terus Berkelanjutan

Published

on

By

Kajati Sultra, Dr Sugeng Riyanta, S.H. M.H (tengah) didampingi Walikota Baubau, Yusran Fahim, SE (tengah) dan Kejari Baubau, Taupiq Djalal, S.H,.M.H juga Kepala BPN Baubau, Yusuf, S.SiT (kanan) serta Ketua Baznas Baubau, Dra. Hj. Asmahani, M.Si saat Monev Program Bedah Rumah di Salah Satu Penerima manfaat di Kelurahan Lakologou beberapa waktu lalu.

KENDARI-TERASNUSANTARA_Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Dr. Sugeng Riyanta, S.H., M.H. mendorong program beda agar terus berkelanjutan. Hal itu disampaikan pihaknya saat Monitoring dan Evaluasi (Monev) kegiatan sosial tersebut di Kelurahan Lakologou, Kecamatan Kokalukuna, Kota Baubau belum lama ini.

“Ini memamg kita niatin berkelanjutan, kita kemarin launching itu untuk peluncurannya saja dan kemudian ini akan terus kita dorong. Ini akan di dorong terus, semua taat. CSR (Corporate Social Responsibility, red)
masuk ASN sisikan sedekahnya di situ selesai,” ungkapnya.

Kajati Sultra membeberkan hingga program tersebut diluncurkan, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sultra berhasil mengumpulkan dana program dengan tema “Gotong Royong Bedah Rumah Bersama Membangun Rumah Menata Masa Depan Yang Lebih Baik” itu di atas Rp 10 miliar dengan penerima manfaat 300 rumah lebih di Sultra.
“Kalau tidak salah kemarin sudah hampir 300 rumah yang bisa kita bantu,” bebernya.

Karena itu, pihaknya berharap kepada sejumlah penerima manfaat adanya program tersebut, bukan hanya rumahnya menjadi layak untuk dihuni, namun kesejahteraan dan sumber dayanya juga ikut meningkat dan keluar dari kemiskinan ekstrem.

Pada kesempatan tersebut Dr. Sugeng Riyanta, S.H., M.H. menjelaskan juga agenda kunjungannya di Baubau yakni untuk meninjau langsung progres program gotong royong bedah rumah di Baubau yang digagas secara kolabaratif.

“Jadi kami kesini (Baubau, red) untuk ngecek saja. Jadi kemarin ini pak wali sudah lakukan peletakan batu pertama. Ini targetnya tiga bulan selesai,” ujarnya.

Kata dia, selain berkolabrasi dengan Pemerintan Daerah (Pemda) dan Baznas, pihaknya juga menggandeng sejumlah perusahaan dan Real Estat Indonesia (REI) serta Badan Pertanahan Nasional (BPN), tujuannya, penerima yang belum memiliki serifikat tanah agar disertifikatkan tanahnya.

“Kemudian gandeng lagi ini dari BPN. kalau udah dibenah ini rumahnya, maka yang belum ada sertifikat dikasih sertifikat. Ini semua dalam rangka mensukseskan program, prioritasnya Presiden pembangunan tiga juta rumah dan menentaskan kemiskinan,” katanya.

“Dan pak wali juga komitmen akan terus meningkatkan karena semuanya yang dapat bantuan 500 sekian ya. 557 kalau baru 15, ada 500 lebih lagi yang harus dituntaskan,”pungkasnya.

Sementara itu Walikota Baubau. H. Yusran Fahim, SE, senada dengan Kajati Sultra, Dr. Sugeng Riyanta, S.H., M.H. terus mendorong kegiatan sosial tersebut agar tidak ada lagi warganya yang memiliki rumah tidak layak huni.

“Harapannya kami program ini berkelanjutan, karena seperti yang dikatakan sama Pak Kajati. Kita harus mendorong bersama-sama agar jangan ada lagi seperti masyarakat yang hal hal seperti ini (memiliki rumah tidak layak huni, red) dan memang kami sudah berkomitmen, paling tidak komitmen saya bersama Kajati, Baznaz bagaimana nanti kita bisa mengatasinya,” katanya.

Liyusman lantulu (40) mengaku sangat senang dan mengucapkan terimakasih dengan program tersebut. Sebagai penerima manfaat pada kegiatan itu, ia berharap terus berkelanjutan.

Amatan media ini, selain Monev, Kajati Sultra Dr. Sugeng Riyanta, S.H., M.H. juga ikut memberikan tali asih kepada sejumlah penerima program di Kelurahan itu.

Laporan : Zarmin
Editor     : Zarmin

Continue Reading

Pemerintah

Hari Jadi Baubau ke-485 Diwarnai Ritual Adat dan Karnaval Budaya

Published

on

By

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Baubau, Dr. H. Idrus Taufiq Saidi, S.Kom., M.Si.

BAUBAU-TERASNUSANTARA_Hari Jadi Baubau ke-485 dan HUT Kota Baubau ke-25 sebagai daerah otonom menjadi momentum untuk kembali menghidupkan nilai sejarah, tradisi dan keberagaman budaya yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Bukan hanya melalui seremoni, Pemerintah Kota Baubau melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) turut mengambil bagian dalam sejumlah agenda budaya yang mewarnai rangkaian peringatan tahun 2026.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Baubau, Dr. H. Idrus Taufiq Saidi, S.Kom., M.Si., mengatakan pihaknya mengambil peran dalam sejumlah agenda yang melengkapi rangkaian kegiatan pemerintah kota. Salah satunya adalah Santiago atau ziarah kubur yang dijadwalkan pada 12 Oktober 2026.

“Jika sebelumnya kegiatan tersebut digelar bersamaan dengan rapat paripurna DPRD, tahun ini pelaksanaannya dimajukan sebagai pembuka rangkaian kegiatan utama. Kita memulai kegiatan itu kita minta doa, mengucap syukur sekaligus memberikan penghargaan kepada orang-orang terdahulu. Kita ada hari ini karena ada cerita masa lalu,” katanya, Rabu 7 Oktober 2026.

Dari jejak leluhur, rangkaian perayaan kemudian bergerak menuju panggung budaya. Pada 13 Oktober 2026, Baubau akan menghadirkan Karnaval Budaya yang digelar pada malam hari.

Karnaval tersebut akan mengambil titik awal di sekitar akses Jalan Kolam kawasan Patung Oputa Yi Koo di Kotamara, kemudian berakhir di Pantai Kamali.

Konsepnya tidak sekadar berjalan dalam barisan. Peserta akan diiringi musik instrumental dan diberi ruang menampilkan gaya serta atraksi khas masing-masing.

“Bukan hanya sekadar jalan. Kami merencanakan ada iringan musik yang seragam, tetapi gaya dari masing-masing peserta. Sambil berjalan mereka bisa melakukan gerakan atau atraksi kecil mengikuti irama,” jelasnya.

Sejumlah organisasi perangkat daerah dan unit kerja pemerintah kota telah menyampaikan tema yang akan ditampilkan. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan juga mengundang berbagai paguyuban untuk menghadirkan warna keberagaman budaya yang tumbuh di Baubau.

Ada budaya Bali, Toraja hingga komunitas Tionghoa yang direncanakan menampilkan identitas budayanya, termasuk barongsai.
Bagi Fecky, sapaan akrab Idrus Taufiq Saidi, keberagaman tersebut merupakan bagian penting dari wajah Baubau sebagai kota yang memiliki sejarah panjang.

Setelah karnaval, nuansa budaya kembali hadir pada puncak peringatan Hari Jadi Baubau, 17 Oktober 2026. Seusai upacara peringatan, akan dilaksanakan kegiatan yang sebelumnya dikenal dalam rangkaian Pekande-kandea.

Namun, berdasarkan evaluasi, kegiatan tersebut tahun ini dikemas dalam bentuk santunan kepada anak yatim. Kegiatan itu juga melibatkan perangkat Masjid Keraton serta sejumlah tamu sebagai bagian dari kebersamaan dalam momentum hari jadi.

Tak berhenti pada agenda utama, geliat budaya juga berlangsung melalui berbagai ritual adat, seperti Tuturangiana Batu Wampone, Haroanandala Bone-Bone, Kamomose, Tuturangiana Batu Poaro dan Tuturangiana Ouwena Kanakea.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, sambung dia, akan terlibat dalam berbagai kegiatan tersebut.

“Kalau dihitung-hitung, mulai tanggal 12 sampai 19 Oktober, kami akan banyak berada di lapangan,” ujarnya.

Menurutnya, keterlibatan pemerintah dalam berbagai kegiatan adat dan budaya merupakan bagian dari upaya menerjemahkan visi Baubau sebagai kota budaya yang ramah, cerdas, sejahtera dan bermartabat.

Fecky menambahkan, usia sejarah Baubau yang telah mencapai 485 tahun merupakan perjalanan panjang yang tidak boleh hanya dikenang melalui angka. Warisan nilai, tradisi dan kearifan lokal juga harus tetap terlihat dalam setiap penyelenggaraan pemerintahan maupun perayaan daerah.
Ia berharap masyarakat turut menjaga nilai-nilai yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

“Menjaga marwah nilai masa lalu yang biasa kita sebut local wisdom, tetapi kita harus menyesuaikan dengan tuntutan zaman. Kita harus mampu menjadi local genius, kecemerlangan lokal untuk bisa beradaptasi dengan tuntutan zaman saat ini,” pungkasnya.

Hari Jadi Baubau pun diharapkan tidak berhenti sebagai perayaan bertambahnya usia daerah. Momentum ini menjadi ruang untuk menengok kembali sejarah, merawat keberagaman budaya hari ini, sekaligus memastikan warisan budaya tetap hidup dan relevan bagi generasi mendatang.

Untuk diketahui, berbagai rangkaian kegiatan Hari Jadi Baubau ke-485 dan HUT Kota Baubau ke-25 sebagai daerah otonom telah dimulai sejak awal Oktober 2026, dengan puncak peringatan pada 17 Oktober 2026. (adm)

Continue Reading
Advertisement

Trending

Copyright © 2017 Zox News Theme. Theme by MVP Themes, powered by WordPress.