Connect with us
blob:https://web.whatsapp.com/ff4b1634-355b-4b4d-a382-481338e87ffb

Pemerintah

Pembukaan MTQ ke-31 di Konawe Resmi Ditabuh, Wali Kota H. Yusran Fahim dan Wawali Baubau WA Ode Hamsina Bolu Turut Hadir

Published

on

UNAHA-TERASNUSANTARA_Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-31 Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) resmi ditabuh di pelataran Kantor Bupati Konawe pada Selasa malam 23 Juni 2026. Acara tersebut dibuka langsung oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra, Drs. Muhammad Fadlansyah, M.Si., yang hadir mewakili Gubernur Sulawesi Tenggara.

Pada sambutannya, menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Konawe serta seluruh lapisan masyarakat setempat. Menurutnya, menyelenggarakan gelaran akbar MTQ bukanlah perkara mudah.”Menjadi tuan rumah MTQ bukan tugas yang mudah. Hal ini membutuhkan komitmen, kerja sama, serta semangat pengabdian yang tinggi agar pelaksanaan kegiatan dapat terlaksana dengan baik,” tuturnya.

Pihaknya juga mengingatkan pentingnya kembali kepada nilai-nilai suci Al-Qur’an di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan kompleksitas tantangan sosial saat ini. Umat Islam membutuhkan pegangan yang kokoh, dan pegangan itu adalah Al-Qur’an. Kata dia, Al-Qur’an tidak hanya mengajarkan hubungan manusia dengan Allah, tetapi juga mengatur hubungan manusia dengan sesama, dengan lingkungan, ilmu pengetahuan, hingga tata pemerintahan.

Dikatakannya, tahun 2026 ini, MTQ ke-31 mengusung tema “Meneguhkan Insan Qurani yang Bersahaja untuk Akselerasi Sultra yang Religius”. Tema tersebut dinilai sangat relevan dengan dinamika zaman sekarang, di mana terdapat tiga pilar kunci yang saling bertautan: Insan Qurani, Bersahaja, dan Sultra yang Religius.
“Tema ini mengandung pesan mendalam bahwa pembangunan daerah tidak dapat dipisahkan dari pembangunan karakter manusia. Jalan menuju Sultra yang maju harus dimulai dari pembangunan manusianya, dan jalan menuju Sultra yang sejahtera harus dimulai dari pembentukan akhlaknya,”ungkap Fadlansyah.

Menutup sambutannya, Pj Sekda Sultra menekankan bahwa MTQ sejatinya adalah milik seluruh masyarakat Sulawesi Tenggara, bukan sekadar agenda seremonial pemerintah. Ia mengajak semua pihak menjadikan momen ini sebagai tonggak kebangkitan kecintaan terhadap Al-Qur’an.

Sementara itu, pada pembukaan MTQ ke-31 ini turut dihadiri oleh jajaran kepala daerah dari berbagai kabupaten dan kota di Sultra. Salah satunya adalah rombongan dari Kota Baubau dan tampak hadir Wali Kota Baubau, H. Yusran Fahim, SE., didampingi Ketua TP PKK Kota Baubau, Hj. Sitti Aryati Yusran, serta Wakil Wali Kota Baubau, Ir. Wa Ode Hamsinah Bolu, M.Sc. Kehadiran para pimpinan daerah ini mempertegas dukungan penuh seluruh wilayah Sultra demi suksesnya syiar Al-Qur’an di Kabupaten Konawe.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pemerintah

Yonif TP 823 Raja Wakaka Teguhkan Komitmen Pengabdian

Published

on

By

BAUBAU-TERANUSANTARA_ Genap satu tahun berada di Tanah Buton, Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 823/Raja Wakaka memperingati hari ulang tahun (HUT) pertamanya melalui upacara militer di Lapangan Upacara Markas Batalyon Infanteri TP 823/Raja Wakaka, Senin 10 Agustus 2026.

Komandan Yonif TP 823/Raja Wakaka, Letkol Inf Arkham Hidayat, S.Sos., M.M., mengatakan HUT pertama menjadi momentum penting bagi seluruh keluarga besar satuan untuk melakukan evaluasi dan introspeksi atas perjalanan pengabdian selama setahun terakhir.

“Satu tahun bukanlah waktu yang panjang. Namun, satu tahun merupakan fase yang sangat berarti untuk melakukan evaluasi, introspeksi, serta meneguhkan kembali jati diri, semangat dan komitmen pengabdian satuan,” ujarnya.

Menurutnya, peringatan HUT bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk mengenang perjalanan satuan sekaligus memperkuat tekad memberikan pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara.

Arkham juga berharap dukungan serta sinergi dari seluruh pihak terus terjaga sehingga Yonif TP 823/Raja Wakaka dapat menjalankan tugas menjaga keamanan sekaligus berkontribusi dalam pembangunan di wilayah tugasnya.

Yonif TP 823/Raja Wakaka pertama kali menginjakkan kaki di Pulau Buton pada 13 Juli 2025. Satuan ini kemudian diresmikan Presiden RI Prabowo Subianto pada 10 Agustus 2025 di Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus Kopassus, Batujajar, Jawa Barat, bersama 100 Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan lainnya.

Nama Raja Wakaka diambil dari nama raja pertama Kerajaan Buton. Sosok Wakaka dikenal sebagai pemersatu sekaligus peletak fondasi Kerajaan Buton. Nama tersebut diharapkan menjadi identitas bagi prajurit untuk menjunjung nilai budaya dan kearifan lokal dalam menjalankan tugas di tengah masyarakat.

Selain tugas pertahanan, Yonif TP 823/Raja Wakaka juga memiliki peran dalam mendukung percepatan program ketahanan pangan, pembangunan dan kesehatan melalui pemberdayaan wilayah pertahanan.

Peringatan HUT pertama tersebut turut dihadiri Wali Kota Baubau, Wakil Bupati Buton, unsur Forkopimda, kepala BUMN, akademisi dan tokoh masyarakat. (adm)

Continue Reading

Pemerintah

Buka Kejuaraan Futsal Ambuau Indah Cup II, Camat Lasalimu Selatan Serukan Junjung Tinggi Sportivitas dan Bertanding Secara Sehat

Published

on

By

PASARWAJO-TERASNUSANTARA_Camat Lasalimu Selatan Kabupaten Buton, LM Hidayat, S.Sos membuka Turnamen Futsal Ambuau Indah Cup II Tahun 2026 Desa Ambuau Indah, di Lapangan Futsal Desa Ambuau Indah, Kecamatan Lasalimu Selatan, Senin, 20 Juli 2026 kab. Buton telah berlangsung Pembukaan Turnamen Futsal Ambuau Indah Cup II Tahun 2026.

Pada kesempatan itu, Camat Lasalimu Selatan mengatakan Kejuaraan Futsal tersebut menjadi wadah yang positif bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat, meningkatkan prestasi, serta mempererat tali silaturahmi dan persaudaraan antarwarga melalui olahraga.

“Kami selaku Pemerintah Kecamatan Lasel menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya turnamen ini, khususnya pada Pj Kades Ambuau Indah yang telah sukses menyelenggarakan kegiatan Futsal ini. Kami juga mengharapkan kepada seluruh pemain agar selalu menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas,” kata Camat.

Camat lasel juga mengharapkan melalui Turnamen Futsal tersebut akan lahir bibit-bibit atlet Futsal yang berbakat lahir dari Bumi Ambuau.

Kapolsek Ambuau Indah, Iptu La Nasiri, SH menegaskan agar para pemain dapat menjaga kamtibmas selama pertqndingan berlangsung. “Menang ataupun kalah merupakan bagian dari proses belajar, namun ditegaskan pada semua pemain menjaga spotivitas. Untuk semua pemain jika siap menang harus siap kalah,” kata Kapolsek.

Turut hadir Pj. Kades Ambuau Indah, Samuel Ngelo, SSos, Danramil 1413-10 Lasalimu diwalih Babinsa Desa Ambuau Indah, Serma Rahman, Bhabinkamtibmas Desa Ambuau Indah, Rizal Wabula.

Turnamen Futsal Ambuau Indah Cup II tahun 2026 diikuti oleh 31 Klub, yang direncanakan berlangsung sampai 15 Agustus 2026.(adm)

Continue Reading

Pemerintah

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers

Published

on

By

JAKARTA-TERASNUSANTARA_Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menyampaikan keprihatinan dan penyesalan atas pernyataan Advokat Hotman Paris Hutapea kepada wartawan saat memberikan keterangan kepada media di lingkungan Kejaksaan Agung. Pernyataan tersebut dinilai telah merendahkan profesi wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik dan berpotensi mencederai semangat kemerdekaan pers yang dijamin Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, menegaskan bahwa bertanya kepada narasumber merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tugas jurnalistik dalam memenuhi hak masyarakat untuk memperoleh informasi. Oleh karena itu, setiap narasumber, termasuk advokat, memiliki hak untuk menjawab atau menolak menjawab pertanyaan, namun tetap berkewajiban menjaga etika komunikasi dan menghormati profesi wartawan.

“Setiap orang berhak menyampaikan pendapat, menjawab atau menolak menjawab pertanyaan wartawan. Namun tidak ada alasan untuk merendahkan martabat profesi wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik. Wartawan bekerja untuk kepentingan publik dan dilindungi oleh Undang-Undang Pers,” ujar Akhmad Munir di Jakarta, Sabtu 18 Juli 2026.

Menurutnya, PWI Pusat tidak mempersoalkan pembelaan hukum yang dilakukan seorang advokat terhadap kliennya karena hal tersebut merupakan hak yang dijamin oleh hukum. Akan tetapi, pembelaan tersebut tidak boleh disampaikan dengan cara yang merendahkan profesi lain atau mengintimidasi wartawan yang sedang bekerja.

“PWI Pusat tidak sedang memasuki substansi perkara hukum yang sedang menjadi perhatian publik. Sikap kami murni untuk menjaga marwah profesi wartawan dan memastikan setiap insan pers dapat menjalankan tugas jurnalistik secara bebas, profesional, dan bermartabat tanpa intimidasi verbal dari siapa pun,” tegasnya.

Akhmad Munir mengatakan advokat dan wartawan merupakan dua profesi yang sama-sama memiliki peran strategis dalam negara hukum dan demokrasi. Advokat menjalankan fungsi pembelaan terhadap hak-hak kliennya, sedangkan wartawan menjalankan fungsi kontrol sosial melalui penyampaian informasi yang benar, berimbang, dan bertanggung jawab kepada masyarakat. Karena itu, kedua profesi tersebut semestinya saling menghormati dan menjaga etika dalam setiap interaksi di ruang publik.

Sehubungan dengan peristiwa tersebut, PWI Pusat meminta Advokat Hotman Paris Hutapea memberikan klarifikasi kepada publik serta menyampaikan permohonan maaf kepada insan pers apabila pernyataannya telah menimbulkan kesan merendahkan martabat wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga hubungan baik antara profesi advokat dan wartawan serta membangun iklim demokrasi yang sehat.

“Kami tidak mempersoalkan hak setiap advokat membela kliennya. Namun pembelaan itu harus tetap menghormati profesi lain. Kritik terhadap pertanyaan wartawan adalah hal yang wajar, tetapi penyampaiannya harus dilakukan secara santun, profesional, dan tidak merendahkan martabat insan pers,” kata Akhmad Munir.

PWI Pusat juga mengingatkan seluruh wartawan Indonesia agar tetap menjalankan tugas secara profesional, independen, akurat, berimbang, dan berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik. Organisasi akan terus menjalankan fungsi pembelaan dan perlindungan terhadap setiap wartawan yang mengalami intimidasi, pelecehan, ancaman, atau tindakan lain yang menghambat pelaksanaan kerja jurnalistik.

Lebih lanjut, PWI Pusat mengajak seluruh organisasi profesi, aparat penegak hukum, pejabat publik, advokat, dan seluruh narasumber untuk bersama-sama membangun budaya komunikasi yang saling menghormati. Perbedaan pendapat merupakan bagian dari demokrasi, namun penghormatan terhadap profesi wartawan merupakan syarat penting bagi terpeliharanya kebebasan pers dan hak masyarakat untuk memperoleh informasi.

“Pers yang merdeka tidak lahir dari rasa takut, melainkan dari jaminan bahwa wartawan dapat bekerja secara profesional tanpa intimidasi. Menghormati wartawan berarti menghormati hak masyarakat untuk memperoleh informasi. Kami berharap peristiwa ini menjadi pelajaran bersama agar hubungan antara insan pers dan semua narasumber tetap dilandasi sikap saling menghormati dan menjunjung tinggi etika,” tutup Akhmad Munir.

PWI Pusat menegaskan akan terus berdiri di garis terdepan dalam membela kemerdekaan pers, menjaga kehormatan profesi wartawan, serta memastikan setiap insan pers dapat menjalankan tugas jurnalistiknya tanpa tekanan, intimidasi, maupun perlakuan yang merendahkan martabat profesi.(adm)

Continue Reading
Advertisement

Trending

Copyright © 2017 Zox News Theme. Theme by MVP Themes, powered by WordPress.