BAUBAU-TERASNUSANTARA_Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kota Baubau mendampingi mahasiswa Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan) Baubau yang melakukan pembegkalan saat turun di Kelurahan Kaisabu Baru guna pengabdian kepada masyarakat.
Kepala DPPKB Baubau, Fanti Frida Yanti mengapresiasi Unidayan yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, banyak tanggung jawab yang harus dibagi bersama. Tak bisa hanya satu institusi. Pun pada jenjang birokrasi dari tingkat pusat hingga masyarakat di akar rumput. Sebab persoalan Stunting berkaitan dengan ketahanan dan keberlangsungan bangsa.
Pada kesempatan itu, Fanti menyampaikan empat kesimpulan hasil rakornas Stunting, pertama, perlu sasaran lebih fokus (super prioritas-catin beresiko, ibu hamil dan ibu dengan baduta); kedua perlu aksi nyata yang lebih konvergen, holistik, integratif, dan berkualitas khususnya pada level keluarga;
“ketiga, soal disparitas antar wilayah; dan keempat, prioritas pada wilayah berdampak luas,” sebutnya.
Pada kesempatan tersebut, pihaknya sekaligus membuka secara resmi kegiatan Pembekalan Fasilitasi dan Koordinasi Pendampingan Perguruan Tinggi melalui Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Mahasiswa Penting (Peduli Stunting).
Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh 2 (dua) narasumber, yaitu: Fanti Frida Yanti, SS.,MA dan Dr. Rininta Andriani, M.Kes. Sebagai penyaji pertama, Ibu Fanti Frida Yanti, SS.,MA, menyampaikan materi yang bertajuk ‘Kebijakan dan Mekanisme Pelaksanaan Program Percepatan Penurunan Stunting.
Dalam pemaparannya, Kadis DPPKB Kota Baubau ini, menjelaskan 3 (tiga) hal: pertama, kebijakan penurunan Stunting; kedua, mekanisme pelaksanaan program percepatan penurunan Stunting; dan ketiga, sumber pendanaan program percepatan penurunan Stunting.
Pihaknya juga menjelaskan bahwa Unidayan adalah salah satu dari 8 (delapan) kampus di Sulawesi Tenggara yang bermitra dengan Kantor Perwakilan BKKBN Sulawesi Tenggara. Dan telah berkolaborasi sejak tahun 2023 yang lalu. Bagi Unidayan, itu adalah upaya untuk berkontribusi dalam penurunan Stunting.
Sementara pada kesempatan yang sama, Dr. Rininta Andriani, M.Kes, Dekan FKM Unidayan dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada para pihak yang telah mendukung program Pengabdian Masyarakat yang dilakukan oleh fakultasnya. Ia mengatakan bahwa kegiatan tersebut terdiri dari beberapa tahap, mulai persiapan hingga pelaksanaannya.
Selanjutnya Dr. Rininta mengatakan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi wadah bagi pengembangan kapasitas mahasiswa. Sebagai pengalaman dalam desain program. Ia juga menuturkan, ke depan Unidayan juga terus membangun jejaring, dan berkolaborasi dengan berbagai institusi lainnya, salah satunya adalah DPPKB Kota Baubau.
Dan sebagai penyaji kedua, Dr. Rininta Andriani, M.Kes, Dekan FKM Unidayan menyampaikan materi yang bertajuk ‘Pencegahan Stunting Berbasis Budaya’. Menurut Rininta, intervensi budaya lokal untuk pencegahan Stunting diantaranya melalui tradisi; posuo, posipo, dan dole-dole.
Sementara, itu, Lurah kaisabu, Arianto, SP, dalam sambutannya menghimbau seluruh peserta yang hadir, agar menyampaikan pula ilmu yang didapat, pada masyarakat di sekitar tempat tinggalnya. Ia menyebutkan di Kelurahan Kaisabu Baru saat ini terdapat ini 68 bayi/balita beresiko Stunting. Beresiko bukan berarti Stunting. Artinya semua pihak berupaya menjaga agar bayi/balita tidak mengalami Stunting.
Pihaknha menitip pesan agar setiap keluarga mampu merencanakan kehidupannya dengan baik. “Misal dalam merencanakan kelahiran anak harus memperhatikan 4T; Terlalu muda, Terlalu tua, Terlalu dekat dan Terlalu banyak,” ujarnya
Taswin, SKM.,M.Kes selaku koordinator pelaksana kegiatan, dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan pembekalan, fasilitasi dan koordinasi percepatan penurunan Stunting, merupakan kegiatan yang dilakukan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unidayan dalam bentuk pengabdian masyarakat.
“Adapun tujuannya adalah untuk meningkatkan kepedulian dan peran serta pemangku kepentingan, salah satunya adalah kampus dalam upaya percepatan penurunan Stunting. Dimana Stunting adalah masalah nasional yang saat ini sedang dihadapi bersama. Kegiatan telah dimulai sejak 26 September, kemudian hari ini (3 Oktober) pembekalan, dan selanjutnya Minggu ke-3 Oktober adalah penyelenggaraan kegiatan DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting),” ungkapnya.
Taswin menjelaskan bahwa sasaran kegiatan tersebut adalah keluarga yang memiliki bayi, ayah-ibu yang punya balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Iapun berharap pada seluruh peserta yang agar mengikuti kegiatan dengan baik.
Diketahui, turut hadir dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Kelurahan Kaisabu baru tersebut yakni, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Kadis PPKB) Kota Baubau, Fanti Frida Yanti, Lurah Kaisabu Baru, Atianto, Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan), Rininta Andriani, juga sejumlah Penyuluh KB, Kader Posyandu, Kader KB dan Mahasiswa Penting (Peduli Stunting) Unidayan.(adm)