Connect with us
blob:https://web.whatsapp.com/ff4b1634-355b-4b4d-a382-481338e87ffb

Pendidikan

Bunda PAUD Buton Monitoring di SD 1 dan SD 25 Buton

Published

on

Bunda PAUD Kabupaten Buton yang juga Ketua TP PKK Kabupaten Buton,  Ny. Wa Ode Naharia Haruna, S.PKP., M.M., ketika melakukan kunjmungan kerja di SD Negeri 1 dan 25 Buton disambut antusias oleh pihak sekolah dengan pengalungan bunga dan Tarian ketika melakukan monitoring pelaksanaan transisi PAUD ke Sekolah Dasar tersebut1 dan SD Negeri 25 Buton

Bunda PAUD  Kabupaten Buton Bersama Ketua Pokja Bunda PAUD Buton melakukan monitoring Pelaksanaan transisi  PAUD di SD Negeri 1 dan 25 Buton

PASARWAJO – Terasnusantara_Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Buton yang juga Ketua TP PKK Kabupaten Buton,  Ny. Wa Ode Naharia Haruna, S.PKP., M.M., bersama Ketua Pokja Bunda PAUD yang juga Ketua DWP KAbup[aten Buton, Ny. Kiki Amalia Asnawi melakukan monitoring pelaksanaa

n transisi PAUD ke Sekolah Dasar (SD) di dua sekolah, yaitu SD Negeri 1 dan SD Negeri 25 Buton, pada Selasa pagi, 24 September 2024.

Di Kedua sekolah dasar itu rombongan Bunda PAUD disambut dengan tarian oleh siswa dan siswa SD Negeri 1 dan 25 Buton. Mereka sangat antusias dalam menyambut kunjungan kerja Bunda Paud Kabupaten Buton.

Kegiatan monitoring ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan proses transisi siswa dari jenjang PAUD ke SD berlangsung dengan baik dan sesuai dengan kurikulum yang diterapkan. Bunda PAUD, Ny. Wa Ode Naharia Haruna, menyampaikan bahwa peralihan dari PAUD ke SD merupakan fase penting dalam pendidikan anak, sehingga diperlukan perhatian khusus agar anak-anak dapat beradaptasi d

engan lingkungan dan metode belajar yang baru.

“Kami ingin memastikan bahwa anak-anak yang memasuki SD siap secara fisik, emosional, dan akademis. Karena itu, proses transisi ini harus dilakukan dengan terarah dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak,” ujar Ny. Wa Ode Naharia Haruna.

Sementara itu, Ketua Pokja Bunda PAUD, Ny. Kiki Amalia Asnawi, menambahkan bahwa pihaknya terus berupaya mendorong para pendidik untuk memahami pendekatan yang tepat dalam mendukung transisi ini. “Kami mengharapkan para guru di SD dapat melanjutkan pembelajaran yang dimulai di PAUD dengan metode yang sesuai, sehingga anak-anak merasa nyaman dan termotivasi dalam belajar,” ujarnya.

Dalam kunjungannya ke kedua sekolah tersebut, Bunda PAUD dan tim Pokja juga berdialog dengan para guru serta meninjau langsung kondisi kelas dan fasilitas yang mendukung proses pembelajaran. Kunjungan ini juga menjadi momen untuk mendengarkan masukan dari para pendidik terkait tantangan yang dihadapi selama masa transisi.

Monitoring yang dilakukan oleh Bunda PAUD Kabupaten Buton diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas pendidikan di daerah ini, terutama dalam mempersiapkan anak-anak untuk jenjang pendidikan berikutnya.

Kegiatan ini juga disambut baik oleh pihak sekolah, yang menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan oleh pemerintah daerah dalam mendukung perkembangan anak usia dini di Kabupaten Buton.

Turut hadir mendampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Buton Asnawi Jamaluddin, S.Pd., M.Si., Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Buton Nanang Lakaungge, S.K.M., M.Si. bersama jajaran dari Dinas Pendidikan Kabupaten Buton. (bdi)

 

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pendidikan

30 Mahasiswa UGM KKN di Busel

Published

on

By

BATAUGA–TERASNUSANTARA_Sebanyak 30 mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta praktek Kerja Kuliah Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat atau KKN-PPM “Cahea Busel” di Buton Selatan (Busel).

Rencananya, 30 Mahasiswa tersebut KKN selama 50 hari di berbagai desa yang ada di Busel, yakni di Kecamatan Lapandewa Desa Gaya Baru dan Kecamatan Sampolawa Desa Gerak Makmur.

Temanya “Pendekatan Multisektoral dalam Optimalisasi Potensi Maritim dan Sumber Daya Lokal sebagai Pilar Utama Pembangunan Berkelanjutan di Desa Gaya Baru dan Gerak Makmur”, tim KKN-PPM UGM berkomitmen mengembangkan potensi lokal melalui kolaborasi lintas disiplin ilmu.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Nur Rokhman, S.Si., M.Kom., mengatakan kehadiran mahasiswa tidak hanya bertujuan menjalankan program akademik, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mampu mendorong pembangunan berbasis potensi daerah.

“Mahasiswa menjadi agen perubahan yang akan mengidentifikasi potensi di Kabupaten Buton Selatan dan mengakselerasi perkembangannya. Kerja nyata yang dilakukan mahasiswa akan mengasah kepekaan sosial, budaya, serta menemukan solusi yang tepat terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat,” katanya.

Tim Cahea Busel terdiri atas mahasiswa dari berbagai klaster keilmuan, mulai dari Sosial Humaniora (Soshum), Sains dan Teknologi (Saintek), Medika, hingga Agro.

Sinergi lintas disiplin tersebut diarahkan untuk mendukung pengembangan sektor pemerintahan, pariwisata, infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Salah satu program unggulan yang akan dilaksanakan adalah Blue Coast Eco Festival: Gelora Pesisir Menuju Sail to Indonesia 2026.

Festival ini dirancang sebagai ajang promosi budaya, pariwisata, dan UMKM berbasis potensi pesisir yang dikemas dalam konsep pembangunan berkelanjutan.

Program tersebut juga diharapkan menjadi bagian dari persiapan menuju Sail to Indonesia 2026 dengan membuka peluang promosi hingga tingkat internasional.

Selain mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, festival ini bertujuan memperkuat identitas lokal melalui pelibatan generasi muda, pelestarian budaya, serta pemanfaatan inovasi teknologi.

Nama “Cahea Busel” sendiri diharapkan menjadi simbol semangat membawa harapan dan perubahan bagi masyarakat Buton Selatan.

Kehadiran mahasiswa tidak hanya untuk memberikan kontribusi nyata melalui ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi kesempatan belajar langsung dari masyarakat dalam mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan.

Melalui kolaborasi bersama pemerintah desa dan masyarakat, Tim KKN-PPM UGM optimistis berbagai program yang dijalankan dapat memberikan manfaat nyata sekaligus memperkuat potensi lokal sebagai fondasi pembangunan di Kabupaten Buton Selatan.(adm)

Continue Reading

Pendidikan

Dugaan Isu Jual Beli Jabatan Kepala Sekolah Ditarif Hingga Rp 30 Juta

Published

on

By

Ilustrasi

Aparat  Penegak Hukum Didorong Lakukan Penyelidikan

LEBONG-TERASNUSANTARA_Belakangan dunia pendidikan kembali tercoreng nama baiknya setelah publik diresahkan dengan isu dugaan transaksi pengisian jabatan kepala sekolah di Kabupaten Lebong. Dalam transaksi untuk mengisi pimpinan di sekolah itu Bupati Azhari yang saat baru saja memasuki tahun kedua kepemimpinannya ikut diseret namanya. Kabar ini mengemuka tak lama setelah pelantikan 80 kepala sekolah pada Selasa 24 Februari 2026 lalu.

Informasi yang beredar menyebut, calon kepala sekolah (Kepsek) diduga diminta “tiket” hingga Rp30 juta per orang, bergantung pada besar kecilnya sekolah. Untuk sekolah dengan jumlah siswa sedikit, nominal yang disebut-sebut dipatok sekitar Rp10 juta.

Meski belum disertai bukti, sumber yang enggan disebutkan namanya mengaku mendapatkan informasi tersebut dari pihak yang dianggap kredibel. Ia juga menyebut ada sejumlah calon yang gagal dilantik karena tidak mampu memenuhi permintaan dana.

“Ini sebenarnya permainan lama. Mau jadi Kepsek bayar, mau jadi Pj Kades juga bayar. Apakah ini yang disebut perubahan seperti yang digaung-gaungkan saat kampanye dulu,” ujarnya menyindir, dikutip dari go bengkulu.

Sumber tersebut juga menyoroti komposisi pejabat kepala sekolah yang baru dilantik. Menurutnya, sebagian di antaranya berasal dari kubu rival politik bupati pada Pilkada lalu, sementara ada pula pendukung pasangan bupati sekarang justru dicopot dari jabatan.

“Kalau bukan uang, lalu apa alasannya?” katanya.

Namun ketika diminta bukti konkret, ia menegaskan hal itu merupakan ranah aparat penegak hukum.

“Pembuktian itu tugas aparat. Kalau serius dan jeli, praktik seperti ini pasti bisa diungkap,” tambahnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lebong, Fakhrurrozi, membantah tegas adanya praktik jual beli jabatan dalam pengangkatan kepala sekolah tersebut. Ia menegaskan proses seleksi dilakukan secara profesional sesuai aturan.

“Itu hanya isu. Tidak ada transaksi uang. Rekrutmen dilakukan secara profesional tanpa permainan,” katanya, Sabtu 28 Februari 2026.

Terkait adanya ASN yang sebelumnya berada di kubu rival bupati namun kini diangkat menjadi kepala sekolah, ia menjelaskan hal itu semata untuk menutup kekosongan jabatan akibat keterbatasan sumber daya manusia.
Menurutnya, pengisian jabatan definitif harus segera dilakukan karena aturan terbaru tidak lagi memperbolehkan posisi kepala sekolah diisi oleh pelaksana tugas (Plt).

“Pengangkatan dilakukan untuk memenuhi kuota kosong sesuai sistem dan regulasi yang berlaku,” pungkasnya.

Isu yang berkembang ini mendorong aparat penegak hukum untuk menyelidiki kebenarannya. Jika dugaan tersebut terbukti, nilai transaksi yang beredar diperkirakan tidak kecil. Dengan asumsi rata-rata Rp20 juta per orang, total dana yang berpotensi mengalir bisa mencapai sekitar Rp1,6 miliar. Angka itu dinilai cukup signifikan dan layak ditelusuri secara hukum. Masyarakat pun kini menunggu langkah aparat apakah dugaan tersebut akan diusut tuntas atau sekadar menjadi isu yang berlalu tanpa kejelasan.

Editor : Zarmin

Continue Reading

Pendidikan

Tiga Mahasiswi UMU Buton Tunjukkan Kualitas di Lomba Karya Ilmiah Baubau. 

Published

on

By

TERASNUSANTARA-BAUBAU_ Lomba Karya Ilmiah yang digelar Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kota Baubau pada 7–8 Desember 2025 kembali menjadi ruang pembuktian bagi para akademisi muda.

Kompetisi yang diikuti puluhan peserta pelajar, mahasiswa dan umum se-Kota Baubau ini, tiga diantaranya mahasiswi Universitas Muslim Buton (UMU Buton) tampil menonjol dengan kualitas karya dan presentasi yang solid.

Mereka adalah Suci Amarullah Al Razak, Elma Falmawada Ode dan Jalita Sri Rahayu, masing-masing berasal dari Fakultas Ilmu Pemerintahan dan Hukum (FIPH) UMU Buton.

Elma Tampil Menggelegar dengan Penguasaan Materi yang KuatElma Falmawada Ode, mahasiswi semester I Prodi Administrasi Pemerintahan Daerah, memukau dewan juri dengan kemampuan analisis dan penyampaian yang matang. Membawakan penelitian berjudul “Strategi Pemerintah Kota Baubau dalam Menerapkan Model Pemetaan Sosial Damai sebagai Mekanisme Pencegahan Konflik Ulang di Kawasan Kanakea–Laode Boha”, Elma menyoroti akar konflik struktural dan kultural yang selama ini belum disentuh dalam penyelesaian konflik.

Melalui pendekatan Peace Social Mapping (PSM), Elma menawarkan solusi pemetaan perdamaian yang dinilai efektif untuk memetakan potensi konflik sekaligus sumber daya perdamaian lokal.

 

Suci Sajikan Eduwisata Benteng Keraton Wolio dengan Kajian Akademik Matang. Sebagai peserta kedua, Suci Amarullah Al Razak, mahasiswi semester I Prodi Administrasi Pemerintahan Daerah, tampil tenang dan sistematis. Penelitiannya berjudul “Pemanfaatan Eduwisata Benteng Keraton Wolio sebagai Sumber Pembelajaran Nilai Budaya Kesultanan Buton bagi Pelajar di Kota Baubau”.

Suci menegaskan bahwa benteng terbesar di dunia versi Guinness World Records tersebut memiliki potensi besar sebagai ruang pembelajaran budaya. Ia mengusulkan kurikulum muatan lokal, modul pembelajaran, hingga fasilitas eduwisata yang lebih ramah pelajar.

Jalita Tampil Perdana dengan Konsep ‘Jelajah Wolio’ Jalita Sri Rahayu, mahasiswi semester V Prodi Peradilan Pidana, tampil sebagai peserta pertama pada pembukaan lomba. Meski sempat gugup, Jalita menunjukkan performa percaya diri melalui karya “Jelajah Wolio: Trip dan Edukasi Budaya Hingga Alam Kota Baubau”.

Penelitiannya menekankan pentingnya pengelolaan warisan budaya Buton yang mencakup bahasa Wolio, tradisi, arsitektur hingga sumber daya alam. Jalita menawarkan konsep perjalanan edukatif yang mengintegrasikan pengalaman lapangan, modul budaya, serta pemberdayaan pelaku lokal.

Dekan Fakultas Ilmu Pemerintahan dan Hukum (FIPH) UMU Buton, Darmin Hasirun, S.H., M.H., turut memberikan apresiasi atas penampilan ketiga mahasiswi tersebut.

“Kami bangga dengan prestasi Elma, Suci, dan Jalita. Mereka menunjukkan bahwa mahasiswa UMU Buton, bahkan yang baru semester I, memiliki kapasitas akademik, keberanian, dan kemampuan berpikir kritis yang kuat. Ini adalah bukti bahwa pembinaan akademik berjalan dengan baik, dan kami berharap prestasi ini dapat memotivasi mahasiswa lainnya,” ungkap Darmin.

Ia menegaskan bahwa pihak fakultas akan terus mendorong mahasiswa untuk aktif berkarya, meneliti, dan berkompetisi pada tingkat daerah hingga nasional.

Penampilan ketiga mahasiswa FIPH UMU Buton dalam ajang LKTI Balitbangda 2025 menunjukkan bahwa generasi muda Baubau memiliki potensi besar dalam mengembangkan gagasan ilmiah serta berkontribusi bagi pembangunan daerah. Dedikasi mereka tidak hanya menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya, tetapi juga memperkuat posisi UMU Buton sebagai kampus yang aktif mendorong budaya riset dan inovasi.(adm)

Continue Reading
Advertisement

Trending

Copyright © 2017 Zox News Theme. Theme by MVP Themes, powered by WordPress.