Connect with us
blob:https://web.whatsapp.com/ff4b1634-355b-4b4d-a382-481338e87ffb

Budaya

Fajak Ishak Daeng Sosialisasi Perda Nomor 3 Tahun 3023

Published

on

Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Fajar Ishak DJ mensosialisasikan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Sultra Nomor 3 Tahun 2023 tentang Pelestarian dan Pemajuan Warisan Budaya Tak Benda

Fajar Ishak DJ, melakukan sosialisasi Perda Sultra Nomor 3 Tahun 2023 di Kota Baubau. Akademisi Unidayan, Dr. Andi Tendri turut mendampingi Politisi Hanura Sultra tersebut.

BAUBAU – Terasnusantara_ . Sosialisasi ini digelar di salah satu tempat coffe di Baubau dengan mengundang warga di Kecamatan Wolio, pada Rabu 8 Mei 2024

Mantan anggota DPRD Baubau itu mengungkapkan, Perda tersebut digagas sejak 2022 lalu, kemudian di tahun yang sama masuk dalam program pembentukan Perda. nanti di 2023 baru dilaksanakan yang didahului dengan pembuatan naskah akademik oleh dua orang tim ahli dari Universitas Dayanu Ikhsanuddin, Andi Tenri dan La Ode Abdul Munafi. 

“Kami pun membahasnya bersama dengan Kemenkum HAM terkait dengan naskahnya, materi muatannya dan kemudian saat ini sudah ditetepkan menjadi Perda. Selain Perda Provinsi Sultra No.3 Tahun 2023 ini juga ada Perda Provinsi Sultra No.4 Tahun 2023 tentang Pelestarian Cagar Budaya,” katanya.

Fajar mengatakan Kedua Perda ini dibahas paralel dan dilahirkan bersama. Keduanya pun dibuat terpisah karena secara substansi keduanya berbeda. Satu Perda berbicara terkait warisan budaya tak benda dan satunya lagi berbicara mengenai cagar budaya.

“Ini adalah sosialisasi perdana setelah Perda ini resmi ditetapkan. Dalam kapasitas saya sebagai Anggota DPRD Provinsi sekaligus Wakil Ketua Badan Pembentukan Perda. Sehingga ini adalah tanggungjawab saya untuk mensosialisasikannya,” ujarnya.

Dengan lahirnya Perda ini lanjut politisi Hanura itu, diharapkan 17 Kabupaten/Kota di Sultra juga segera dapat melahirkan Perda yang sama. Sebab Perda yang dibentuk ditingkat Provinsi lebih pada adanya persamaan warisan budaya tak benda antara daerah yang satu dengan yang lainnya.

“Misalnya seperti kita di Sultra ini, warisan budaya tak benda yang dimiliki Kota Baubau ada kesamaan dengan yang dimiliki daerah eks Kesultanan Buton lainnya, seperti Buton, Buton Selatan, Buton Tengah, Buton Utara dan Wakatobi,” imbuhnya.

Mantan Wartawan ini menjelaskan Perda ini membahas soal bagiamana perlindungan warisan budaya tak benda, bagaimana pembinaannya, dan bagaimana pemanfaatannya. Terkait perlindungan, maka harus segera menginventarisir seluruh warisan budaya tak benda untuk dilindungi dengan cara menetapkannya sebagai warisan budaya tak benda.

“Pelibatan masyarakat juga kita butuhkan. Sebab warisan leluhur kita ini bukan hanya ada pada Badan Kepurbakalaan atau lembaga-lembaga pemerintah yang menangani soal itu, namun ada juga di masyarakat,” tandasnya.

Warisan budaya tak benda itu sendiri meliputi tradisi lisan, manuskrip, adat­istiadat, ritus, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa daerah, permainan rakyat, olahraga tradisional, tenunan tradisional, dan kuliner tradisional. (Zarmin)

 

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Budaya

Gebyar Waburi Park, Darmani Diganjar Penghargaan Dari Pemda Busel

Published

on

By

BATAUGATERASNUSANTARA_Pemerintah Daerah (Pemda) Buton Selatan (Busel) memberikan penghargaan kepada salah satu tokoh pemuda inspiratif juga pegiat budaya. Apresiasi tersebut diserahkan langsung oleh PJ. Buton Selatan, Dr. M. Ridwan Badallah, S.Pd., MM pada momen puncak Gebyar Waburi Park di Desa Gaya Baru Kecamatan Lapandewa, Rabu 11 Desember 2024.

Adalah Darmani yang diganjar penghargaan tersebut. Penghormatan diberikan atas kontribusi dan motivasinya kepada sejumlah dan pelaku budaya agar tetap memajukan dan melestarikan budaya di Busel. Bukan hanya itu, hadiah itu diberikan, juga oleh karena sebagai Pemuda yang mendiami Pulau Buton di sisi selatan, Darmani turut serta mendampingi dan mendedikasikan dirinya untuk membantu pemerintah juga komunitas budaya di berbagai kegiatan dan program strategis kebudayan.

Dalam kesempatan tersebut Darmani, S.Pd., M.Sos mengucapkan terimakasihnya kepada PJ. Busel, Drs. Badallah, S.Pd., MM dan Dinas Kebudayan serta Dinas Pariwisata. Pihaknya menilai, penganugerahaan tersebut merupakan motivasi baginya untuk terus menggelorakan spirit kemajuan budaya Busel.

“Terimakasih pak PJ Bupati, Dinas Pariwisata, Dinas Kebudayaan atas apresiasinya. Ini adalah motivasi untuk terus menggelorakan spirit kemajuan kebudayaan di Buton Selatan. Kita akan terus berkolaborasi dan bersinergi untuk menjadikan kebudayaan sebagai basis pembangunan kita,”ucapnya.

Sebagai Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda), Legislator NasDem itu mendorong adanya Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur tentang pengelolaan kebudayaan.

“Kita punya potensi kebudayaan yang amat melimpah bahkan sudah diakui oleh negara melalui berbagai penghargaan nasional yang kita terima selama ini, kita butuh Perda yang mengatur khusus bagaimana kita mengemas potensi budaya tersebut supaya kebijakan dan program kebudayaan kita lebih terarah dan kuat,”ujarnya.

Sebab, menurutnya, Perda tersebut dinilai urgen untuk menjadi instrumen strategis pembangunan daerah yang tidak hanya berdampak pada perlindungan kebudayaan tapi menyediakan landasan hukum untuk perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan kebijakan terkait kebudayaan. “Insyaallah, kita lagi mengupayakan Perda itu lahir sebagai inisiatif DPRD” pungkasnya.

Kini, Alumni Pertukaran Pemuda Indonesia-Australia itu menjadi inspirasi bagi masyarakat, membuktikan bahwa komitmen dalam menjaga tradisi dan nilai-nilai budaya lokal adalah bagian penting dari pembangunan daerah.

Untuk diketahui, Gebyar Wisata Waburi merupakan Iven yang menonjolkan keindahan budaya lokal serta mendorong pengembangan sektor pariwisata berbasis alam dan budaya dengan tujuan untuk mempromosikan pariwisata, melestarikan seni budaya, membuka inovasi pelaku UMKM dan mendorong kegiatan sport tourisme sebagai upaya meningkatkan multiplier effect terhadap perekonomian masyarakat.

Sehingga tidak heran, selain penggiat budaya, penghargaan juga diberikan kepada Komunitas Jelajah Budaya Burangasi yang dianggap memiliki perhatian khusus terhadap tradisi dan kebudayaan di Buton Selatan, termasuk penggiat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yaitu La Ode Zainuddin yang telah berkontribusi pula dalam menggagas beberapa produk UMKM di Kabupaten yang mekar sejak 2014 itu.(adm)

 

 

Continue Reading

Budaya

Meriahkan “Haroana” Baubau, RKM Kenakan Pakaian Adat Kerajaan Morenene

Published

on

By

BAUBAUTERASNUSANTARA_Ribuan peserta ikut memeriahkan hari jadi Baubau yang ke 483. Dari ribuan peserta tersebut, Kerukunan Keluarga Moronene (RKM) yang tergabung dalam Forum Pembaruan Kebangsaan (FPK) yang berjumlah 50 orang juga tidak mau ketinggalan untuk meramaikan HUT Kota Baubau yang ke 23 sebagai daerah otornom.

Ketua RKM Kota Baubau, H. Nasir, S.Pd,. M.Si menjelaskan ke 50 peserta tersebut merupakan perwakilan dari dua ratusan warga moronene yang mendiami Baubau sejak 2012 lalu. Gelaran yang berlangsung pada 14 Oktober 2024 itu, Kerukunan Keluarga Morenene nampak anggun dan gagah dengan mengenakan pakaian adat kebesaran morenene.

Nasir berceritra, kerukunanannya di Baubau sebenarnya telah lama ada, yang digagas pendahulunya, baik yang berasal dari Makasar maupun di Baubau.

“Dan nantilah pada 2012 lalu sejumlah tokoh dan pemuda moronene yang masih tinggal di Baubau mengikatkan diri dalam organisasi RKM dan menggelar pertemuan bulanan untuk melanjutkan apa yang telah dirintis senior-senior di Makasar dan Baubau,” ujarnya.

Nasir mengaku, setelah Kabupaten Bombana memisahkan diri dari Kabupaten Buton dan menjadi daerah otonom pada 12 tahun lalu, keberadaan pihaknya di Baubau, selalu ikut berperan dalam pembangunan dan kemajuan Baubau, baik dari sektor sosial maupun mewujudkan visi dan misi Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau. (adm)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Continue Reading

Budaya

PJ. BUPATI BUTON HADIRI PESTA ADAT PIDOAANO KURI MASYARAKAT WABULA

Published

on

By

Terasnusantara, Buton – Pj. Bupati Buton menghadiri pesta adat Pidoaano Kuri masyarakat Wabula dengan tujuan dapat memperkuat program destinasi wisata khususnya di Kecamatan Wabula, dan dirangkaikan dengan peresmian mesjid Nur Muhammad Wabula, Kecamatan Wabula, Minggu, 21 Juli 2024.

Pesta adat Pidoaano merupakan salah satu upacara adat yang penting bagi masyarakat Wabula. Pidoaano sendiri adalah bentuk ungkapan rasa syukur masyarakat atas hasil bumi dan laut yang melimpah.
Pesta adat Pidoaano di masyarakat Wabula pada tahun 2024 memiliki potensi besar untuk memperkuat program destinasi wisata di Kecamatan Wabula.
Pesta Adat dapat menjadi alat untuk memperkenalkan dan mempromosikan kekayaan budaya lokal kepada wisatawan berupa tari-tarian, dan musik tradisional.
Pesta adat Pidoaano Kuri dirangkaikan dengan peresmian Masjid Nur Muhammad Wabula oleh Pj. Bupati Buton La Haruna S.P., M.Si. bersama Sekda Buton, Asnawi Jamaluddin, SPd, MSi, Anggota Forkopimda Kabupaten Buton, Anggota DPRD Kabupaten Buton, Para Staf ahli, Asisten, kepala OPD Lingkup Pemkab Buton, Anggota Forkopimcam Wabula, Camat Wabula, Kepala Desa Wabula dan Para tokoh adat juga tokoh agama.
Dalam sambutannya Pj. Bupati Buton La Haruna S.P., M.Si. mengatakan atas nama pemerintah Kabupaten Buton, kami menyampaikan ucapan terima kasih dan selamat kepada seluruh masyarakat Wabula terkhusus kepada pengurus, panitia pembangunan serta pihak-pihak lainnya atas kerja kerasnya selama ini, baik berupa pikiran, tenaga dan materi, sehingga dapat merampungkan bangunan masjid Nur Muhammad Wabula yang megah ini.
“Kami yakin, pembangunan masjid ini merupakan bukti kecintaan masyarakat wabula kepada masjid, sehingga dengan kecintaan dan keterkaitan hati kita yang tak terpisahkan dengan masjid ini kelak kita akan mendapatkan tasilitas dan perlindugan dari Allah SWT,” katanya.
Pj Bupati mengatakan sebagaimana kita ketahui bersama membangun dan memakmurkan masjid merupakan perintah agama, bahkan rasulullah saw telah memotivasi kita dalam sebuah haditsnya barang siapa membangun masjid karena allah, akan dibangunkan allah rumah untuknya di surga.
Kadis Perkebunan dan Holtikultura Provinsi Sultra ini berharap masjid yang telah kita bangun ini, hendaknya dapat dijadikan sebagai tempat menanamkan nilai-nilai kebajikan kemaslahatan umat manusia.
Ia juga menyampaikan kepada masyarakat Wabula selain sebagai tempat ibadah juga ia harap mesjid ini dapat pergunakan sebagai pusat pendidikan keagamaan yakni diisi dengan kegiatan yang bernuansa keagamaan seperti sholat, zikir, dan kegiatan membaca al quran sehingga dapat meningkatkan SDM masyarakat dibidang ekonomi dan dapat mewujudkan generasi yang Soleh dan Sholeha.

Continue Reading
Advertisement

Trending

Copyright © 2017 Zox News Theme. Theme by MVP Themes, powered by WordPress.