BAUBAU-TERASNUSANTARA_Guna mewujudkan program Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional atau BKKBN, Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (PPKB) Baubau merampungkan pembentukan Kampung Berkualitas atau KB di semua Kelurahan.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kota Baubau, Fanti Frida Yanti melalui Kepala Bidang Pengendalian Penduduk, Penyuluhan dan Penggerakan Maryanto Nursamsu merinci, dari 43 Kelurahan di wailayah kerjanya, 36 kelurahan sebelumnya sudah terbentuk. Sementara tujuh lainnya baru dirampungkan beberapa waktu lalu di Aula Kantor Walikota Baubau melalui Asisten III Administrasi dan Umum Sekretariat Kota Baubau, La Ode Darussalam.
“Kampung KB ini khan program BKKBN pusat dia sebagai sarana fasilitas untuk mewujudkadan program-program BKKBN untuk masuk kelurahan dan desa itu harus ada wadahnya maka dibentuklah kampung KB ini dan kita di Baubau selama ini sudah ada 36 kampung KB, tapi karena tahun ini semua kelurahan harus punya kampung KB, maka sisanya yang tujuh itu baru diluncurkan,” ungkapnya di ruang kerjanya Selasa 11 Juni 2024.
Kata dia, Pengurus KB tersebut diambil dari masyarakat di setiap kelurahan yang dinilai mampu dan cakap, dimana setiap pengurus KB terdapat Ketua, Sekretaris juga anggota yang bertugas menangani delapan kegiatan yang ada di kelurahan, antara lain keagamaan, ekonomi, sosial, sosial politik, kesehatan, lingkungan hidup juga termasuk mencatat pengendalian penduduk, pelayanan keluarga berencana dan penyuluhan tentang generasi berencana,
Selain itu, lanjutnya lagi, dilaksanakan program Bangga Kencana atau Pembangunan Kependudukan dan Keluarga Berencana yang bertujuan agar kegiatan berjala dengan bagus, salah satunya pertumbuhan penduduk dapat dikendalilakan. “Bukan juga pertumbuhannya tinggi, juga tidak rendah, tapi dapat dikendalikan dan itu salah satu tugas mereka dan salah satu mengumpulkan data dan dikampung KB ini juga ada kampung dataku” katanya.
Karena itu, harapannya setelah kampung berkualitas ini terbentuk, pengelolaannya bisa berjalan seperti yang diharapkan oleh pemerintah pusat juga berjalan simultan serta berkeseinambungan.
“Akan ada kegiatan bagaimana tentang produksi remaja, kesehatan bayi dan anak juga Lansia, semua ada di dalam termasuk bagaimana merencanakan kehamilan, mendata jumlah persalinan, perkawainan, dan itu kegiatan yang dilakukan oleh kampung KB. Tentu bukan pekerjaan yang mudah dan masyarakat diharapkan bisa berpartisipasi. Kalau mereka aktif maka kampung itu dianggap kampung yang berkualitas dan harus dibangun di atas kesadaran dan kemauan yang tinggi bukan karena dipaksa,” tutupnya. (Zarmin)