BAUBAU-Terasnusantara_Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (PPKB) Kota Baubau fokus menangani tiga hal, guna menurunkan stunting di Kota Baubau. Tiga hal tersebut yakni, penguatan ekonomi keluarga, kedua peningkatan kesejahteraan dan ketahanan keluarga secara psikologis, ketiga mengoptimalkan kembali peran tribina di setiap kelurahan.
Kepala PPKB Kota Baubau, Fanti Frida Yanti mengatakan, untuk mengaktifkan kembali kelas-kelas konselin lewat tribina yang ada di Kelurahan itu, tribina Balita, tribinia remaja dan tribina Lansia dan harus dikerjakan berjamaah. Dimana program tribina tersebut telah berjalan sejak awal tahun 2024 lalu di beberapa Kecamatan dan Kelurahan.
“Baru saja minggu lalu kita keliling ke semua balai penyuluhan KB dan baru tiga Kecamatan, jadi pertama itu murhum, kedua Lea-Lea dan yang ketiga Kecamatan Wolio kalau tidak salah” ungkapnya belum lama ini.
Soal aktivasi upaya ketahanan ekonomi keluarga, lanjutnya, dinilai pintu masuk yang sangat strategis juga untuk menuntaskan stunting di daerah pemilik benteng terluas di dunia ini. Sementara ketahanan psikologis dan mental bagi keluara juga menjadi elemen penting yang tidak bisa diabaikan dan harus menjadi perhatian bagi semua unsur.
“Kita nda pernah tau apa yang dihadapi setiap keluarga yang kemudian berdampak buruk pada kondisi kesehatan anak-anaknya, dimana anak itu tumbuh dan berkembang, harus di intervensi, karena kita tidak pernah tahu kenapa anak ini tumbuhnya lamban padahal makannya sudah bagus,” ungkapnya.
Karena itu, bekerja bersama harus difokuskan, sejauh mana Pemkot Baubau mengimplementasikan semua aksi konfergesi penurunan stunting tersebut, bukan hanya Dinas Pertanian Ketahanan Pangan Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak (DP3A), PPKB dan Dinas Pendidikan, melainkan semua, termasuk TP-PKK.
“Nah, PKK bertugas untuk menyiapkan instrumen dan melalukan monitoring evaluasi, jadi kita akan buat satu instrumen, pertama realisasi tanamnya, setelah diterima bibit dan benihnya tadi, kapan menanam dan tanamnya apa aja, kemudian yang kedua, realisasi proses dan yang ketiga realisasi produksi,” urainya.
“Nah disana kami ada bidang koordinator, kemudian ada kader tribina, ada UUPKBD, kemudian ada pasangan usia subur, kenapa kemudian pasangan usia, subur, kader tribinaa ini ada, karena penanganan stunting itu bukan hanya ketika anaknya sudah lahir,” tutpnya.(Zarmin)