BAUBAU–TERASNUSANTARA_Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB), Fanti Frida Yanti mengucapkan terimkasih kepada sejumlah pihak yang telah berperan penting untuk menurunkan stunting di Baubau. Hal itu diungkapkan saat ditemui di ruang kerjanya pada Rabu, 26 Juni 2024.
“Kami sangat mengapresiasi dan menghargai apa yang sudah dilakukan Dinas Perikanan, kawan-kawan di sana melakukan satu sosialisasi yang mana sosialisasi ini bisa memberikan edukasi terkait dengan gerakan makan Ikan, dimana ini sangat berkaitan dengan upaya daerah untuk mempercepat penurunan stunting,” ucapnya.
Dan kalau didefinisi, stunting adalah kondisi gizi kronis yang disebabkan kurangnya asupan makanan yang bergizi, dan yang menjadi fokus itu adalah 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) anak, dan ikan merupakan sumber protein hewani yang sangat disarankan untk dikonsumsi untuk anak-anak yang sudah bisa makan ikan. “Misalnya bayi kita yang berusia di atas 12 bulan, itu sudah boleh,” tuturnya.
Karena itu, pihaknya berharap, Operasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya juga ikut berperan untuk menurunkan stunting di Baubau, seperti yang dilakukan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dipertan), dimana belum lama ini, Dipertan telah menyerahkan benih sayuran pada kelompok masyarakat di semua kelurahan. “Jadi kerja-kerja nyata seperti ini sebenarnya yang bisa dikontribusikan dengan semua pihak,” ujarnya.
Semangat PPKB dan upaya keterlibatan sejumlah OPD lainnya dalam menurunkan stunting disebut dengan aksi serantak secara nasional yang berawal dari hasil Survey Kesehatan Indoneisa, dimana hampir seluruh Kabupaten dan Kota se-indonesia menunujukan kenaikan stunting yang cukup signifikan sehingga Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian mengintrusikan aksi serentak tersebut dan menggerakan semua pihak untuk dimintai memberikan kontribusi dan partisipasi serta perhatiannya.
“Kalau Baubau hasil SKI ada 29,7 anak-anak kita yang terpapar stunting, nah ini bukan angka yang kecil, karena kita tahu bahwa program percepatan stunting ini merupakan program nasional harus turun 14 persen, kemudian terkoreksi oleh Kementrian tinggal 21,5 persen dan turun secara nasional, nah ini bukan juga pekerjaan yang mudah, karena Baubau dua tahun terakhir turunnya itu hanya 1,6 persen,” ungkapnya.
Meski begitu, dengan sejumlah usaha yang telah dilakukan PPKB juga adanya intervensi dari pihak lain membuatnya optimis, baubau mampu menurunkan angka stunting seperti yang diharapkan.(Zarmin)