BAUBAU-TERASNUSANTARA_Satuan Tugas (Satgas) stunting Provinis Sulawesi Tenggara (Sultra), La Asri menilai banyak hal yang menyebabkan adanya stunting. Selain adanya pendidikan orang tua yang masih rendah, juga berasal dari warga yang kurang mampu serta air minum yang tidak layak dan sanitasi lingkungan yang buruk`
Hal itu disampaikan saat menyampaikan materi di Sosialisasi Pencegahan dan Pengawasan Stunting ada Ibu dan Anak di Kelurahan Batulo belum lama ini. “Keluarga beresiko stunting adalah keluarga yang memiliki anak remaja putri, Calon Pengantin (Catin), Ibu Hamil (Bumil), anak usia 0-23 bulan, anak usia 24-59 bulan, berasal dari keluarga kurang mampu, pendidikan orang tua rendah, sanitasi lingkungan buruk dan air minum tidak layak,” katanya.
Karena itu pihaknya menghimbau pentingnya pemahaman orang tua terhadap pola asu yang baik bagi anak termasuk ketersediaan sanitasi lingkungan yang bersih serta air minum yang layak.
Ditempat yang sama masih dalam kegiatan yang bertajuk ‘Pencegahan Stunting dengan Pendekatan Keluarga Beresiko Djainuddin Ishak, selaku Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Baubau menjelaskan upaya Dinas Kesehatan Kota Baubau dalam menyelesaikan masalah Stunting. Ia juga menyampaikan gambaran data Stunting, faktor penyebab, alur Stunting, dan pencegahannya. Termasuk alur pelayanan kesehatan dari tingkat dasar maupun lanjutan.
Sementara dr. Aza Patullah, sebagai dokter umum di Puskesmas Wolio menyampaikan tentang kesehatan anak. Bagaimana menyiapkan gizi yang seimbang untuk tumbuh kembang anak, agar terhindar dari stunting. “Termasuk yang lebih spesifik tentang aturan makan (food rules): penjadwalan, lingkungan netral, dan cara pemberian,” paparnya.
Dalam kesempatan tersebut Pihaknya juga menyampaikan pera-peran stakeholder dalam percepatan penurunan Stunting, baik itu pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, dan media. “Kemudian upaya akselerasi percepatan penurunan stunting, data-data, penguatan konvergensi hingga tingkat keluarga dan beberapa rekomendas,” ujarnya.
Diketahui turut hadir dalam kegiatan tersebut yakni Camat Wolio, Samsuri, Lurah Batulo, Kepala Puskesmas Wolio, Ketua TP PKK Kecamatan Wolio serta para Ketua TP PKK Kelurahan Batulo juga RW, RT Se-Kelurahan Batulo dan Penyuluh KB Kelurahan Batulo.(adm)