BAUBAU-TERASNUSANTARA_ Kepala Dinas Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kota Baubau, Fanti Frida Yanti, melalui Kepala Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga dan Hasrin Amin optimis bisa menurunkan angka stunting di wilayah kerjanya.
Hal itu diungkapkan saat ditemui media ini di ruang kerjanya pada, 11 Juni 2024. “Optimis, bukan hanya kami di BKKBN, namun semua orang terlibat, baik Pemkot maupun istansai fertikal yang ada di Baubau, mau bekerja bersama”ungkapnya.
Bukan tanpa alasan, optimis tersebut berdasarkan kerja-kerja yang telah dilakukan pihaknya seperti berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatan termasuk keterlibatan sejumlah pihak seperti Dinas Kesehatan juga lembaga fertikal yang berkantor di Baubau. Karena itu kata dia, dari 29 persen angka yang dikeluarkan Survey Kesehatan Indonesia alias SKI, PPKB Baubau menarget turun hingga 15 persen atau ingin menyentuh angka 14 persen.
Pihaknya berkeyakinan, awal 2025 mendatang stunting di Baubau sudah turun, dan untuk mewujudkan itu, pihaknya telah melakukan berbagai upaya, antara lain, berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatan untuk menggelorakan aksi serentak penurunan stunting seperti yang diamanahkan pemerintah pusat melalui Wakil Presiden, Maruf Amin sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS).
“Hasil survey kemarin yang dikeluarkan oleh SKI Kota Baubau 29 persen dari sebalumnya yang hanya 26 persen. Makanya melalui pusat diminta percepatan, biar pelaksanaan survey di Agustus, hasilnya lebih memuaskan, untuk kegiatan ini, kami lakukan di delapan Kecamatan dan yang dilakukan baru tiga yaitu, Kecamatan Murhum, Betombari dan Batupoaro,” bebernya.
Sementara, sisa Kecamatan lainnya seperti Kokalukuna, Sorawolio, Lea-Lea, Bungi dan Wolio mulai disasar hari ini (12 Juni, red) dan diupayakan selesai pada 22 Juni mendatang, dimana yang akan disasar selain berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatan adalah, berkunjung, kewarga yang punya Balita (Bawah Lima Tahun) Baduta (Bawah Lima Tahun), juga kategori Calon Pengantin (Catin) kemudian Ibu Hamil (Bumil).
Karena itu, pihaknya berharap dari kegiatan ini kepada stekholder dibawah penanggung jawab wilayah dalam hal ini pihak pemerintah kelurahan dan keccamatan agar bersama-sama melaksanakan aksi serentak tersebut agar bisa mengetahui jumlah Balit, Bumil dan Catin. (Zarmin)