Dinas Puerpustakaan dan Kerasipan Kota Baubau terus meningfkatkan pelestarian naskah kuno. Penaskahan tersebut penting dilakukan agar menjadi sebuah bahan bacaan dalam memahami sejarah dan identitas diri
BAUBAU – Terasnusantara_ Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Bombana belum lama ini bertandang di Baubau, guna studi tiru di Kantor Dispusip. Tujuannya ingin mengetahui dan meniru cara pelestarian naskah kuno yang diterapkan.
Kepala Dispusip Baubau, Ibnu Wahid menjelaskan pelestarian naskah kuno di kantornya telah dilaksanakan sejak 2023 lalu dengan bekerjasama terhadap perpustakaan nasional. Penaskahan tersebut penting dilakukan agar menjadi sebuah bahan bacaan dalam memahami sejarah dan identitas diri.
“Jadi naskah-naskah itu kami lakukan preservasi (lindungi atau jaga) dalam bentuk transformasi digital. Dengan cara, pertama, men-scan naskah-naskah itu. Kedua, dipreservasi dengan menaruh naskah dalam satu box,”kata Ibnu Wahid di Kantornya, Jum’at(3/4/2024).
“Dan ketiga, lembaran – lembaran naskah yang sudah mau terpisah dipreservasi menggunakan bahan tisu. Jadi, naskah tersebut dikuas pakai tisu sehingga menyatu kembali,”tambahnya.
Sehingga Kata dia, ketiga komponen preservasi tersebut dapat membuat naskah-naskah kuno bertahan hingga ratusan tahun. Karena itu, tahun ini Dispusip Baubau sudah menyediakan alat scan khusus untuk transformasi alih media naskah kuno dan total naskah kuno yang telah diidentifikasi pihaknya sebanyak 500.
Nantinya kata dia, naskah tersebut bakal dijadikan bahan bacaan, sebab yang menjadi tolak ukur gemar membaca, tidak hanya menyediakan buku konvesional, namun buku bacaan etnis nusantara dan perpustakaan.
Dimana semua Naskah tersebut lanjut Wahid, merupakan milik masyarakat orang per orang dan 100 naskah diantaranya sudah dipreservasi tahun lalu.
“Naskah-naskah tersebut setelah kami identifikasi, kami buatkan berita acara agar mereka bersedia untuk kita preservasi naskahnya,”kata mantan Asisten II Setda Baubau ini.
Ia mengatakan, tahun ini, Dispusip Baubau bekerja sama Perpusnas kembali akan melakukan preservasi 100 naskah kuno. Tim Perpusnas akan datang ke Baubau membawa material preservasi seperti tisu khusus. Tisu tersebut dijual di Jepang.
Dengan preservasi itu jelas Wahid, akan diperoleh tranformasi digital naskah kuno yang kemudian dibukukan. Sehingga, itu akan menjadi laboratorium pernaskahan Dispusip Baubau yang bisa dipelajari para ahli.
Ia juga mengatakan, secara bertahap naskah-naskah kuno yang telah dipreservasi akan ditransferlate sehingga bisa menjadi bahan bacaan bagi generasi sekarang. (Zarmin)