Pemerintah

Kedai Diharapkan Mampu Turunkan Stunting di Baubau

Published

on

BAUBAU-Terasnusantara_ Berdasarkan survey kesehatan yang baru saja diluncurkan, secara nasional stunting mengalami peningkatan. Bahkan di Sulawesi Tenggara (Sultra) naiknya empat persen dan berada pada titik 30 persen, sementara di Kota Baubau naik tiga persen dan tercatat 29 persen, sehingga sebagian besar di 17 Kota dan Kabupaten di Sultra punya tren kenaikan yang cukup tinggi.

Menanggapi itu, Kepala Dinas Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kota Baubau, Fanti Frida Yanti, berharap adanya program Kedai yang telah dicanagkan Dinas Pertanian, mampu menurunkan stunting di daerahnya.

“Ketersedian pangan berbasis potensi daerah, terutama sayur-sayuran dan buah-buahan yang kemudian bisa diharapkan mengatasi persoalan stunting karena bukan hanya akan memenuhi kebutuhan keluarga, tapi juga rumah tangga, itu juga bisa memanfaatkan pekarangan yang ada di rumahnya masing-masing, harapnya beberapa waktu lalu, saat ditemui di sela kesibukannya di Sekretariat Kantor Walikota Baubau.

Karena itu, untuk mensukseskan rencana besar itu, bersama Dinas Pertanian juga TP-PKK Kota Baubau, pihaknya telah memberikan sejumlah bantuan bibit dan kompos juga kebutuhan lainnya kepada 43 kelompok Kedai di wilayah kerjanya.  Tujuannya, bukan hanya akan menyelesaikan masalah stunting, namun bisa menyelesaikan persoalan mendasar pada keluarga, seperti pengendalian inflasi pada kepala rumah tangga dan penurunan angka kemiskinan ekstrim.

“Kita tau, Baubau merupakan Kota yang sangat rentan terhadap inflasi, dan beberapa produk  pertanian, khusunya seperti sayuran, cabe banyak memicu inflasi, sehingga dalam skala rumah tangga inflasi bisa dikendalikan lewat “Kebun Dapur Ibu tadi”, ujarnya.

Kemiskinan ekstrem, urai Fanti, adalah adalah rumah tangga yang hanya memiliki penghasilan setiap harinya hanya Rp 11 ribu. Sehingga adanya Kedai tersebut, bisa mengurangi pengeluaran dalam rumah tangga bahkan diharapkan bisa meningkatkan pendapatan bagi rumah tangga tersebut.

“Kalau misalnya di pekarangan sudah ada sayuran, sudah ada bumbu-bumbuan, seperti bawang, seledri, cabe, kemudian tempat pekarangan yang lain itu bisa dimanfaatakan untuk beternak, baik ternak ikan, ternak ayam misalnya, maka kita bisa membayangkan, bisa menekan pengeluaran sampai seminim mungkin, maka kita tinggal cari ni karbo hidratnya,” urainya.

Meski begitu, kata dia, asupan tersebut bukanlah satu-satunya menjadi penyebab adanya stunting, namun pola asu anak juga menjadi penyebab adanya stunting. Tercatat berdasarkan riset yang dilakukan 70 persen disebabkan oleh pola asu.

“Jadi ada interfensi sensitif dan ada interfensi spesifik yang harus diselsaikan, dan intervensi spesifik inilah yang menjadi PR besar terkait dengan pola asu. Makanya kemudian kita masuk dengan pola asu, bagaimana anak-anak kita oleh orang tuanya bapak adan ibunya itu dikasih makan seperti apa ini, isi piringku apa saja, apakah ada protein hewaninya atau tidak, apakah ada sayuran dan buahnya, kemudian di rumah itu apakah masih ada yang merokok atau tidak,” jelasnya.

“Nah ini harus dituntaskan, jangan merokok di rumah, dan rokok juga khan bukan hanya berdampak buruk pada kesehatan tapi juga berdampak buruk bagi kantong. Menghabiskan rokok sebungkus sehari, itu sama harganya kalau kita mau beli pisang, itu luar biasa khan,” tambahnya.

Kemudian lanjutnya, bagaimana hubungan orang tua di rumah, dengan jangan konflik di depannya anak-anak karena akan memberikan bekas yang berdampak pada psikologis anak.

“Ingat, stunting tidak hanya berkaitan dengan prertumbuhan fisik, tapi dampak psikologis juga erat hubungan dengan anak kita stunting atau tidak, setiap pihak harus bekerja bersama, ibu Ketua TP-PKK tadi jelas sekali dalam sambutannya, mengatakan bahwa, stunting, inflasi dan kemiskinan ekstrem, tidak akan bisa selesai kalau kita tidak bekerjsa bersama-sama, ini kita harus kerubuti, harus diperhatikan semu,” tutupnya.(Zarmin)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trending

Copyright © 2017 Zox News Theme. Theme by MVP Themes, powered by WordPress.