Pemerintah

Hari Jadi Baubau ke-485 Diwarnai Ritual Adat dan Karnaval Budaya

Published

on

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Baubau, Dr. H. Idrus Taufiq Saidi, S.Kom., M.Si.

BAUBAU-TERASNUSANTARA_Hari Jadi Baubau ke-485 dan HUT Kota Baubau ke-25 sebagai daerah otonom menjadi momentum untuk kembali menghidupkan nilai sejarah, tradisi dan keberagaman budaya yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Bukan hanya melalui seremoni, Pemerintah Kota Baubau melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) turut mengambil bagian dalam sejumlah agenda budaya yang mewarnai rangkaian peringatan tahun 2026.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Baubau, Dr. H. Idrus Taufiq Saidi, S.Kom., M.Si., mengatakan pihaknya mengambil peran dalam sejumlah agenda yang melengkapi rangkaian kegiatan pemerintah kota. Salah satunya adalah Santiago atau ziarah kubur yang dijadwalkan pada 12 Oktober 2026.

“Jika sebelumnya kegiatan tersebut digelar bersamaan dengan rapat paripurna DPRD, tahun ini pelaksanaannya dimajukan sebagai pembuka rangkaian kegiatan utama. Kita memulai kegiatan itu kita minta doa, mengucap syukur sekaligus memberikan penghargaan kepada orang-orang terdahulu. Kita ada hari ini karena ada cerita masa lalu,” katanya, Rabu 7 Oktober 2026.

Dari jejak leluhur, rangkaian perayaan kemudian bergerak menuju panggung budaya. Pada 13 Oktober 2026, Baubau akan menghadirkan Karnaval Budaya yang digelar pada malam hari.

Karnaval tersebut akan mengambil titik awal di sekitar akses Jalan Kolam kawasan Patung Oputa Yi Koo di Kotamara, kemudian berakhir di Pantai Kamali.

Konsepnya tidak sekadar berjalan dalam barisan. Peserta akan diiringi musik instrumental dan diberi ruang menampilkan gaya serta atraksi khas masing-masing.

“Bukan hanya sekadar jalan. Kami merencanakan ada iringan musik yang seragam, tetapi gaya dari masing-masing peserta. Sambil berjalan mereka bisa melakukan gerakan atau atraksi kecil mengikuti irama,” jelasnya.

Sejumlah organisasi perangkat daerah dan unit kerja pemerintah kota telah menyampaikan tema yang akan ditampilkan. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan juga mengundang berbagai paguyuban untuk menghadirkan warna keberagaman budaya yang tumbuh di Baubau.

Ada budaya Bali, Toraja hingga komunitas Tionghoa yang direncanakan menampilkan identitas budayanya, termasuk barongsai.
Bagi Fecky, sapaan akrab Idrus Taufiq Saidi, keberagaman tersebut merupakan bagian penting dari wajah Baubau sebagai kota yang memiliki sejarah panjang.

Setelah karnaval, nuansa budaya kembali hadir pada puncak peringatan Hari Jadi Baubau, 17 Oktober 2026. Seusai upacara peringatan, akan dilaksanakan kegiatan yang sebelumnya dikenal dalam rangkaian Pekande-kandea.

Namun, berdasarkan evaluasi, kegiatan tersebut tahun ini dikemas dalam bentuk santunan kepada anak yatim. Kegiatan itu juga melibatkan perangkat Masjid Keraton serta sejumlah tamu sebagai bagian dari kebersamaan dalam momentum hari jadi.

Tak berhenti pada agenda utama, geliat budaya juga berlangsung melalui berbagai ritual adat, seperti Tuturangiana Batu Wampone, Haroanandala Bone-Bone, Kamomose, Tuturangiana Batu Poaro dan Tuturangiana Ouwena Kanakea.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, sambung dia, akan terlibat dalam berbagai kegiatan tersebut.

“Kalau dihitung-hitung, mulai tanggal 12 sampai 19 Oktober, kami akan banyak berada di lapangan,” ujarnya.

Menurutnya, keterlibatan pemerintah dalam berbagai kegiatan adat dan budaya merupakan bagian dari upaya menerjemahkan visi Baubau sebagai kota budaya yang ramah, cerdas, sejahtera dan bermartabat.

Fecky menambahkan, usia sejarah Baubau yang telah mencapai 485 tahun merupakan perjalanan panjang yang tidak boleh hanya dikenang melalui angka. Warisan nilai, tradisi dan kearifan lokal juga harus tetap terlihat dalam setiap penyelenggaraan pemerintahan maupun perayaan daerah.
Ia berharap masyarakat turut menjaga nilai-nilai yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

“Menjaga marwah nilai masa lalu yang biasa kita sebut local wisdom, tetapi kita harus menyesuaikan dengan tuntutan zaman. Kita harus mampu menjadi local genius, kecemerlangan lokal untuk bisa beradaptasi dengan tuntutan zaman saat ini,” pungkasnya.

Hari Jadi Baubau pun diharapkan tidak berhenti sebagai perayaan bertambahnya usia daerah. Momentum ini menjadi ruang untuk menengok kembali sejarah, merawat keberagaman budaya hari ini, sekaligus memastikan warisan budaya tetap hidup dan relevan bagi generasi mendatang.

Untuk diketahui, berbagai rangkaian kegiatan Hari Jadi Baubau ke-485 dan HUT Kota Baubau ke-25 sebagai daerah otonom telah dimulai sejak awal Oktober 2026, dengan puncak peringatan pada 17 Oktober 2026. (adm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trending

Copyright © 2017 Zox News Theme. Theme by MVP Themes, powered by WordPress.