“Pada prinsipnya kita setuju untuk menaikan insetif dokter, untuk menyesuaikan dengan daerah tetangga, Insha Allah 2025, kita pertimbangkan kembali kalau tidak ada lagi kita punya pinjaman daerah,”_ Wakil Ketua DPRD Kota Baubau, Nasiru
BAUBAU – Terasnusantara_ Wakil Ketua DPRD Kota Baubau, Nasiru mendukung penuh kenaikan take home pay atau inserif bagi dokter spesialis di Baubau. Rencana dukungan itu bakal digodok pada pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 mendatang atau tahun depan.
Hal itu disampaikan saat ditemui di tempatnya, Kelurahan Tanganapada, Kecamatan Murhum, Baubau, pada Jumat, 10 Mei 2024. “Pada prinsipnya kita setuju untuk menaikan insetif dokter, untuk menyesuaikan dengan daerah tetangga, Insha Allah 2025, kita pertimbangkan kembali kalau tidak ada lagi kita punya pinjaman daerah,” kata Nasiru.
Sebab, keterbatasan anggaran oleh karena telah digunakan untuk membiayai Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) menjadi kendala atas tidak mampunya daerah untuk menyesuaikan insetif dokter ahli tersebut. Ditambah lagi, dengan pengembalian pinjaman daerah yang harus dituntaskan segera.
Karena itu, Ketua DPC Gerakan Indonesia Raya (Gerindara) Kota Baubau ini, berpesan kepada sejumlah dokter di Baubau agar bersabar dan tetap bekerja profesional. Sebab, dokter merupakan profesi mulia yang berkaitan dengan keselamatan jiwa atau nyawa manusia.
Disampaing itu, kata dia, dokter spesialis di Baubau perlu mendapat perhatian, karena Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Baubau merupakan layanan kesehatan rujukan bagi daerah tetangganya di Kepulauan Buton juga Muna bahkan Kabupaten Bombana.
“Makanya kita harus siap untuk lebih banyak menerima dokter-dokter (bahkan) kita sudah harus semua punya dokter-dokter spesialis tersebut. “Karena Kita sering pantau rumah sakit, sebagian besar pasien-pasien kita tidak mampu dilayani secepatnya, sehingga harus menunggu lagi,” tuturnya.
Sehingga gagasan untuk menyekolakan siswa berprestasi di sekolah kedokteran perlu didukung pula guna mengatasi kekurangan dokter spesialis di Baubau. Hanya saja, harapannya setelah sekolah, dokter-dokter itu kembali mengabdi di wilayahnya masing-masing.
“Karena mereka yang paham soal kondisi di Baubau, psikologis masyarakat Baubau, apalagi yang biayai oleh pemerintah Kota,” tutupnya. (Zarmin)