Ekonomi

Disnaker Baubau Gelar Seleksi Wawancara bagi Peserta Pelatihan Kerja

Published

on

Kepala Disnaker Baubau, Moh. Abduh

“Pendaftaran hingga seleksi program pelatihan ini dilakukan secara akuntabel dan transparan sebagaimana tindak lanjut saran dari Badan Pemeriksa Keuangan,”_ Kepala Disnaker Baubau, Moh. Abduh.

 BAUBAU– Terasnusantara – Penerimaan peserta program pelatihan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Baubau kini telah memasuki tahap wawancara. Semua pendaftar menjalani seleksi terakhir itu di Disnaker Baubau, pada Rabu, 24 April 2024.

Semula pendaftar program pelatihan Disnaker Baubau sebanyak 309 orang, namun yang berhasil lolos mengikuti seleksi tertulis dan wawancara 122 orang. Mayoritas yang gugur karena melewati batas usia yang disyaratkan maksimal 40 tahun.

Untuk tes wawancara atau seleksi terakhir ini akan menyisakan 95 pendaftar yang akan ditetapkan sebagai peserta program pelatihan. Praktis, 27 orang akan dinyatakan gugur dari 122 pendaftar.

Sehingga jika ingin lolos di tes wawancara ini, pendaftar harus mampu memperoleh nilai tinggi. Materi wawancara meliputi pertanyaan umum, penilaian aspek diri, serta komitmen dan kesepakatan.

Kepala Disnaker Baubau, Moh. Abduh menegaskan, pendaftaran hingga seleksi program pelatihan ini dilakukan secara akuntabel dan transparan sebagaimana tindak lanjut saran dari Badan Pemeriksa Keuangan.

Meski begitu kata Abduh, bukan berarti proses seleksi di tahun sebelumnya tidak bagus. Oleh BPK menilai sudah bagus, tetapi mesti ditingkatkan memanfaatkan kemajuan teknologi dalam artian pendaftaran dilakukan secara online.

“Sebelumnya informasi pendaftaran pelatihan ini kita hanya titip di kelurahan, sekarang kita sudah buka secara online sehingga semua orang dapat mengakses. Dari hasil itu, kita dapat 309 pendaftar,”ungkap Abduh.

Dikatakan Abduh, 309 pendaftar itu kemudian diseleksi hingga akan tersisa 95 orang yang akan ditetapkan menjadi peserta pelatihan di lima jenis program yang dibuka yakni kecantikan, kuliner, perbengkelan, menjahit dasar serta menjahit lanjutan.

Nantinya kata Abduh, pendaftar yang dinyatakan lolos sebagai peserta, selain akan mendapatkan ilmu dari pemateri. Juga akan diberikan peralatan usaha. Misalnya, peserta menjahit akan diberikan satu unit mesin jahit.

“Karena kami berharap, begitu mereka selesai mengikuti pelatihan, mereka telah memiliki keterampilan dasar untuk membuka usaha. Kalau pun tidak demikian, minimal bisa mengurangi pengeluaran mereka. Misalnya jika mau memotong celana yang kepanjangan, tidak perlu ke tempat jahit, karena sudah bisa melakukan dengan ilmu dan mesin yang dimiliki,” ujarnya.

Abduh mengakui, pelatihan ini sangat diminati masyarakat semenjak dua tahun terakhir diprogramkan. Buktinya, jumlah pendaftar mencapai ratusan orang.

Sehingga sebenarnya kata Abduh, pihaknya berkeinginan membuka kuota lebih banyak dan menambah jenis pelatihan semisal pelatihan konten kreator, namun anggaran daerah yang masih terbatas.

“Andaikan APBD kita agak sedikit bagus, tentu mungkin kita bisa buka sampai 150 orang. Cuma karena keterbatasan anggaran, terpaksa hanya 95 orang tahun ini. Tapi mudah-mudahan tahun 2025, jumlah kuotanya bisa kita tingkatkan,” tutupnya. (Zarmin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trending

Copyright © 2017 Zox News Theme. Theme by MVP Themes, powered by WordPress.