Perihal di mana seharusnya zakat fitrah ditunaikan sudah dijelaskan dalam kitab Ghoyyah Talkhis al-Murad sebagaimana di bawah ini:
ـ (مسألة): تجب زكاة الفطر في الموضع الذي كان الشخص فيه عند الغروب، فيصرفها لمن كان هناك من المستحقين، وإلا نقلها إلى أقرب موضع إلى ذلك المكان
Artinya: “Zakat fitrah wajib (ditunaikan) di tempat tinggal di mana seseorang berada pada saat matahari (di hari akhir Ramadhan) tenggelam. Maka ia membagikannya pada orang yang berhak menerima yang berada di tempat tersebut dan jika tidak ditemukan, maka ia (boleh) memindahkannya ke tempat terdekat dari lokasi tersebut.” (Lihat Abdurrahman Bin Ziyad al-Zubaidy, dalam kitab Ghoyah Talkhis al-Murad, Hal. 48)
Maka kesimpulannya adalah menunaikan zakat fitrah wajib dilakukan di tempat perantauan bagi yang sedang merantau ketika dipastikan dia berada di sana hingga terbenamnya matahari akhir ramadhan atau hingga masuknya malam Idulfitri, selain itu zakat fitrah tersebut juga harus dibagikan kepada 8 golongan yang berhak disekitar lokasi tersebut, jika dia tidak mendapati orang yang berhak di dekatnya maka dia baru boleh mencarinya di tempat lain yang dekat dari lokasi sebelumnya.
Tulisan dari Muhammad Nasrullah Maruf di kumparan.com