BAUBAU-TERASNUSANTARA_Danramil Wolio, Mayor Arf. La Ode Mursali berasama rombongan seperti Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB), Pemerintah Kecamatan dan Kelurahan serta Puskesmas meninjau Posyandu Anggrek di Puskesmas Katobengke sebagai Posyandu terakhir dan puncak melaksanakan aksi intervensi serentak pencegahan Stunting. Dari 12 posyandu yang berada di wilayah Puskesmas Katobengke Posyandu Anggrek merupakan tempat terakhir yang dikunjungi selama Juni dari 16 Posyandu yang ada di Puskesmas Katobengke, 24 Juni 2024.
Dihadapan Calon Pengantin (Catin), Ibu Hamil (Bumil), Balita dan Baduta, yang hadie sekitar pukul 08.00 WITa Mayor Arf. La Ode Mursali, Danramil Buton, mengatakan pelayanan posyandu harus sesuai dengan standar pemerintah, agar derajat kesehatan masyarakat bisa terukur dengan baik. Menurutnya, di era modern ini, mestinya stunting tidak perlu terjadi.
Karenanya Pihaknya menghimbau agar memahami dengan baik pemenuhan kebutuhan gizi untuk buah hati, dan apabila tidak mengerti, lanjutnya, segera bertanya pada petugas kesehatan. “Anak adalah generasi penerus, jika mereka sukses, orang tua ikut bangga,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PPKB Kota Baubau, Fanti Frida Yanti dalam kesempatan yang dihadiri pula sejumlah mahasiswa tersebut, turut pula memberikan edukasi kepada sejumlah mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Buton itu. Didahadapan mahasiswa Fanti Frida Yanti menjelaskan pentingnya program Genre (Generasi Berencana) dan urgensi mempersiapkan diri sebelum memasuki jenjang pernikahan.
Usai mendapatkan pelayanan, sejumlah pengunjung dihimbau Kapus Katobengke, Budi Utama, agar terus membawa anak-anak ke Posyandu. Menjadi penyebab adanya stunting yakni tiga kategori, pola asuh, pola makan, serta air bersih dan sanitasi, dan posyandu sebagai milik masyarakat dan hak masyarakat harus dimanfaatkan dengan baik.
Oleh karena itu, dalam kesempatan yang sama, sebagai pemimpin di wilayah itu, Lurah Katobengke, Anwar berharap tidak ada kendala apapun dalam setiap pelaksanan pelayanan posyandu. Masyarakat harus memanfaatkannya dengan baik. Sebab kesehatan adalah pilar penting kehidupan. Dan untuk menciptakan lingkungan yang senantiasa bersih, pemerintah kelurahan telah meluncurkan program ‘Kabanti’, yang merupakan akronim dari Katobengke Bersih, Aman, dan Tertib.(Zarmin)