Connect with us
blob:https://web.whatsapp.com/ff4b1634-355b-4b4d-a382-481338e87ffb

Pemerintah

Sekda Buton Pimpin Upacara HAB Kemenag Buton

Published

on

Sekda Buton, Asnawi Jamaluddin memimpin upacara Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama Kabupaten Buton

Sekda Buton, Asnawi Jamaluddin membacakan Sambutan Menteri Agama Ketika menjadi Inspektur Upacara memperingati HAB Kementerian Agama Kabupaten Buton

PASARWAJO – Terasnusantara_Sekda Kabupaten Buton, Asnawi Jamaluddin, SPd. MSi, menjadi Inspektur Upacara pada Peringatan Hari Amal Bakti ke 79 yang diselenggarakan Oleh Kemenag Kabupaten Buton dipusatkan di Halaman Kantor Kemenag Buton Jumat Pagi, 4 Januari 2025

Pada upacara tersebut Sekda Buton membacakan teks sambutan Menteri Agama Republik Indonesia (Menag), Nasaruddin Umar.

Dalam sambutannya dikatakan Semangat memperingati Hari Amal Bakti Tahun 2025, tak dapat dipisahkan dari komitmen seluruh jajaran Kementerian Agama (Kemenag) dalam mendukung dan mengimplementasikan Asta Cita Pemerintahan Prabowo-Gibran,” sebagaimana sambutan Menteri Agama Nasaruddin Umar.

Program Asta Cita antara lain: memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi dan hak asasi manusia, hingga memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan, alam, dan budaya, serta peningkatan toleransi antar umat beragama untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur.

Dalam pidato pertama Menteri Agama pada 4 Januari 1946, disebutkan bahwa Kementerian Agama membawa misi untuk memelihara dan menjamin kepentingan agama-agama serta pemeluk-pemeluknya.

Dalam beberapa dekade terakhir disampaikan Menteri Agama muncul fenomena kesenjangan
antara kehidupan umat dengan ajaran agama yang dianutnya. Setiap agama melarang korupsi, tapi praktik seperti itu masih saja terjadi.

Semua agama melarang kekerasan, kebencian, dan kesewenang-wenangan, namun berbagai anomali masih dijumpai di berbagai ruang kehidupan. Dalam hubungan ini, mendekatkan jarak psikologis dan jarak sosial antara pemeluk agama dan ajaran agama menjadi tolak ukur keberhasilan tugas Kementerian Agama yang amat substansial.

“Semakin dekat umat dengan ajaran agamanya, itulah bukti sukses tugas Kementerian Agama. Makin jauh umat dari nilai dan moral agama, berarti tugas Kementerian Agama belum berhasil. Dan tantangan ini perlu disadari dan dijawab oleh segenap jajaran Kementerian Agama di seluruh Indonesia,” pungkasnya  (bdi)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pemerintah

Semarak HUT ke-81 RI, Desa Mawambunga Gelar Pelestarian Pesisir

Published

on

By

BUTON SELATAN-TERASNUSANTRA_Memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Desa Mawambunga, Kecamatan Kadatua, Kabupaten Buton Selatan (Busel), menggelar pelestarian laut dan pesisir Pantai dengan sejumlah aksi nyata, yakni meliputi transplantasi terumbu karang, aksi bersih Pantai.

Kepala Desa, Mawambunga, Harmin, SH, MH. mengatakan, kegiatan tersebut merupakan inisiatif Pemerintah Desa(Pemdes) dengan melibatkan sejumlah pihak seperti Dinas Perikanan Busel, Dinas Lingkungan Hidup, Lembaga Swadaya Msyarakat (LSM) “Rare Indonesia”, Kelompok Simpan Pinjam (KSP) PAAP, Kelompok (Pengelolaan Akses Area Perikanan (PAAP) Labungkale Kadatua serta Masyarakat Desa Mawambunga

Tujuannya, lanjut orang nomor satu di Desa itu, untuk mengajak masyarakat memperkuat kepedulian terhadap keberlanjutan sumber daya kelautan dan perikanan. “Jadi selain meliputi transplantasi terumbu karang, aksi bersih Pantai tersebut, kita adakan juga lomba dayung,” ujarnya, belum lama ini.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya bersama menjaga ekosistem pesisir sekaligus mempererat semangat gotong royong masyarakat dalam menyambut peringatan kemerdekaan, karena itu, pihaknya berharap adanya kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.

“Lebih dari itu, aksi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya terumbu karang sebagai habitat berbagai jenis ikan sekaligus penopang sumber daya perikanan,” harapnya.

Kesadaran masyarakat terhadap kelestarian ekosistem laut dinilai penting dalam jangka panjang untuk menekan praktik destructive fishing atau penangkapan ikan dengan cara-cara yang merusak lingkungan perairan desa.

Untuk itu,di momen kemerdekaan ini diharapkan semakin menumbuhkan kepedulian Bersama dalam merawat pesisir untuk menjaga sumber penghidupan masyarakat di masa depan.(adm)

Continue Reading

Pemerintah

Ini Kata Wali Kota Baubau di Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Published

on

By

BAUBAU-TERASNUSANTARA_Wali Kota Baubau H. Yusran Fahim, SE menyampaikan apresiasi atas suksesnya pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Baubau yang berpusat di lapangan lembah hijau pada Senin 17 Agustus 2026.

Kata dia, peringatan tahunan ini menjadi momentum penting bagi seluruh masyarakat untuk kembali mengenang perjuangan para pahlawan yang telah mengantarkan Indonesia hingga mencapai 81 tahun kemerdekaan.

“Ini hikmat untuk kita semua. Dengan adanya upacara ini, kita bisa mengenang bahwa sudah 81 tahun Indonesia merdeka,”ujarnya.

Kemerdekaan yang dinikmati masyarakat saat ini merupakan hasil perjuangan dan pengorbanan para pejuang bangsa. Karena itu, generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk mengisi kemerdekaan melalui pembangunan dan kerja nyata.

Perjalanan Indonesia selama 81 tahun telah menunjukkan berbagai kemajuan, termasuk pembangunan yang terus berkembang dan peningkatan kehidupan masyarakat.“Sekarang, apa yang telah dilakukan oleh pejuang kita, hasilnya Alhamdulillah, dengan pembangunan yang begitu maju, dengan masyarakat,” ungkapnya.Wali Kota Baubau juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun daerah.Karena, kemajuan Kota Baubau tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan dan partisipasi seluruh masyarakat.

“Harapan saya sebagai kepala daerah, mari kita bekerja bersama untuk membangun Kota Baubau. Ini jangan hanya jadi slogan saja. Ayo kita buktikan bahwa Baubau pasti bisa maju,”tuturnya.

Orang nomor satu di Kota Baubau ini mengucapkan rasa syukur karena seluruh rangkaian pelaksanaan upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kota Baubau dapat berjalan dengan baik dan khidmat sesuai dengan yang diharapkan.

“Alhamdulillah, dengan pelaksanaan tadi yang begitu khidmat, begitu baik, apa yang kita harapkan dalam pelaksanaan ini bisa terjadi,”harapnya.

Yusran Fahim berharap semangat peringatan kemerdekaan tidak berhenti pada seremoni, tetapi dapat diwujudkan melalui semangat kerja bersama untuk mendorong pembangunan Kota Baubau menuju daerah yang semakin maju, sejahtera.(adm)

Continue Reading

Pemerintah

Yonif TP 823 Raja Wakaka Teguhkan Komitmen Pengabdian

Published

on

By

BAUBAU-TERANUSANTARA_ Genap satu tahun berada di Tanah Buton, Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 823/Raja Wakaka memperingati hari ulang tahun (HUT) pertamanya melalui upacara militer di Lapangan Upacara Markas Batalyon Infanteri TP 823/Raja Wakaka, Senin 10 Agustus 2026.

Komandan Yonif TP 823/Raja Wakaka, Letkol Inf Arkham Hidayat, S.Sos., M.M., mengatakan HUT pertama menjadi momentum penting bagi seluruh keluarga besar satuan untuk melakukan evaluasi dan introspeksi atas perjalanan pengabdian selama setahun terakhir.

“Satu tahun bukanlah waktu yang panjang. Namun, satu tahun merupakan fase yang sangat berarti untuk melakukan evaluasi, introspeksi, serta meneguhkan kembali jati diri, semangat dan komitmen pengabdian satuan,” ujarnya.

Menurutnya, peringatan HUT bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk mengenang perjalanan satuan sekaligus memperkuat tekad memberikan pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara.

Arkham juga berharap dukungan serta sinergi dari seluruh pihak terus terjaga sehingga Yonif TP 823/Raja Wakaka dapat menjalankan tugas menjaga keamanan sekaligus berkontribusi dalam pembangunan di wilayah tugasnya.

Yonif TP 823/Raja Wakaka pertama kali menginjakkan kaki di Pulau Buton pada 13 Juli 2025. Satuan ini kemudian diresmikan Presiden RI Prabowo Subianto pada 10 Agustus 2025 di Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus Kopassus, Batujajar, Jawa Barat, bersama 100 Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan lainnya.

Nama Raja Wakaka diambil dari nama raja pertama Kerajaan Buton. Sosok Wakaka dikenal sebagai pemersatu sekaligus peletak fondasi Kerajaan Buton. Nama tersebut diharapkan menjadi identitas bagi prajurit untuk menjunjung nilai budaya dan kearifan lokal dalam menjalankan tugas di tengah masyarakat.

Selain tugas pertahanan, Yonif TP 823/Raja Wakaka juga memiliki peran dalam mendukung percepatan program ketahanan pangan, pembangunan dan kesehatan melalui pemberdayaan wilayah pertahanan.

Peringatan HUT pertama tersebut turut dihadiri Wali Kota Baubau, Wakil Bupati Buton, unsur Forkopimda, kepala BUMN, akademisi dan tokoh masyarakat. (adm)

Continue Reading
Advertisement

Trending

Copyright © 2017 Zox News Theme. Theme by MVP Themes, powered by WordPress.