Budaya

70 Talang di Acara “Kasambu-Sambu” Dihidangkan

Published

on

Kasambu-sambu, tradisi warga Kolese, Kota Baubau yang menyajikan aneka kuliner khas Buton

“Kasambu-sambu, tradisi warga Kolese selain bentuk rasa syukur kepada yang kuasa atas lipahan rezeki selama setahun, pesta adat ini juga menjadi simpul mempererat tali silaturahmi antar masyarakat,”.

BAUBAU– Terasnusantara – Sedikitnya 70 talang berjejer disiapkan untuk para tamu undangan yang datang di pesta “Kasambu-Sambu” yang digelar oleh warga Kelurahan Kolese, Kecamatan Lea-Lea, Kota Baubau, 14 April 2024 di Tanah Lapang Kolese.

Ketua Panitia acara, La Ode Aswad menjelaskan ke 70 talang yang berisi sejumlah hidangan makanan tersebut murni dari hasil swadaya masyarakat untuk para tamu undangan yang datang. La Ode Aswad merinci, setiap talang bisa dikonsumsi 15 sampai dengan 20 tamu undangan.

“Tentu kita berharap “Kasambu-kambu” ini tetap dilestarikan, tetap terlaksana sampai kapanpun,” kata La Ode Aswad saat ditemui media ini, disela acara, di Pelataran Lapangan Sepakbola,  juga menjadi lokasi acara.

Sebab lanjut Aswad, budaya kasambu-sambu merupakan warisan pendahulunya sejak ratusan tahun silam yang diinisiasi kembali pada 1992 tahun silam, sehingga 2024 ini, kasambu-sambu genap ke 32 kalinya digelar.

“Seperti yang saya sampaikan tadi, jika daerah lain masih mencari bentuk tradisi apa yang mau dilestarikan, di keluarga masyarakat Kolese sejak ratusan tahun yang lalu orang tua kami, nenek kami telah menginisisasi “Kasambu- sambu, sehingga kami generasi mudah tinggal melesarikan,” ungkapnya.

Sementara itu, Pj Wali Kota Baubau, Dr Muh Rasman Manafi yang turut larut dalam suasana kekeluargaan warga Kolese memberikan apresiasi atas acara yang mengangkat tema Kasambu- sambu perekat keluarga pemersatu bangsa” itu.

Menurutnya, selain bentuk rasa syukur kepada yang kuasa atas lipahan rezeki selama setahun, pesta adat ini juga menjadi simpul mempererat tali silaturahmi antar masyarakat.

Ditempat yang sama Wakil Ketua DPRD Kota Baubau, Nasiru juga berharap Pesta adat “Kasambu Sambu dapat terus dilestarikan sebagai warisan budaya masyarakat Buton.

Diketahui, “Kasambu-sambu sendiri memiliki makna menyuapkan makanan kepada seseorang dalam waktu bersamaan di tempat tertentu. Dalam tradisi ini, berbagai kuliner tradisional disajikan pada talang dengan setiap kulinernya memiliki makna filosofis. (Zarmin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trending

Copyright © 2017 Zox News Theme. Theme by MVP Themes, powered by WordPress.